- Harimau Sumatra menyerang dan memangsa tujuh ekor kambing milik warga di Dusun Batu Bulan, Pesisir Barat, pada April 2026.
- Aparat gabungan melakukan penyisiran lokasi dan identifikasi jejak kaki harimau untuk memetakan pergerakan predator di area kebun warga.
- Polsek Pesisir Utara menginstruksikan patroli intensif serta mengimbau masyarakat untuk waspada demi menjaga keselamatan dari ancaman satwa liar tersebut.
SuaraLampung.id - Keheningan di Dusun Batu Bulan, Pekon Malaya, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, seketika berubah menjadi mencekam.
Penguasa rimba, Harimau Sumatra, dilaporkan keluar dari rimbunnya hutan dan meninggalkan jejak darah di pemukiman warga.
Sebanyak tujuh ekor kambing milik Suwandi, warga setempat, ludes menjadi mangsa sang predator dalam dua serangan terpisah yang menyisakan trauma.
Peristiwa ini memicu reaksi cepat dari aparat gabungan. Pada Minggu (3/5/2026) siang, suasana di area kebun HPT (Hutan Produksi Terbatas) tampak sibuk.
Personel Bhabinkamtibmas Polsek Pesisir Utara, Camat Lemong, Polhut, Satgas WCS, hingga TNI dan BPBD bahu-membahu menyisir lokasi kejadian untuk memetakan pergerakan sang kucing besar.
Bagi Suwandi, kehilangan tujuh ekor ternak bukan sekadar kerugian materi, melainkan teror yang nyata. Serangan pertama terjadi pada malam Selasa (27/4/2026). Saat itu, satu ekor kambingnya hilang tanpa jejak.
Namun, puncak kengerian terjadi pada malam Jumat (30/4/2026), ketika sang predator kembali dan memangsa enam ekor kambing lainnya sekaligus.
Di sekitar kandang, petugas menemukan bukti bisu keganasan sang harimau. Sejauh 30 meter dari kandang, sisa-sisa tulang kaki kambing ditemukan berserakan.
Yang lebih bikin bergidik, tim identifikasi menemukan jejak tapak kaki harimau yang masih segar di atas tanah, dengan dimensi panjang sekitar 10 cm dan lebar 6 cm, ukuran yang cukup untuk menggambarkan betapa besarnya satwa tersebut.
Baca Juga: Sejarah Baru Konservasi Lampung: Dua Harimau Cacat Korban Jerat Sukses Lahirkan 2 Bayi
Kapolsek Pesisir Utara, IPTU Imam Sanuwan, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama saat ini. Pihaknya langsung menginstruksikan patroli intensif di titik-titik rawan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Untuk sementara waktu, mohon hindari aktivitas berkebun di sekitar lokasi ditemukannya jejak tersebut, terutama pada waktu-waktu rawan,” tegas IPTU Imam Sanuwan.
Aparat gabungan tidak hanya melakukan identifikasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga agar tidak mengambil tindakan sendiri yang bisa membahayakan nyawa atau melanggar hukum terkait perlindungan satwa langka.
Situasi di Kecamatan Lemong masih dalam pengawasan ketat. Tim gabungan terus melakukan monitoring untuk memastikan apakah sang "Raja Hutan" telah kembali ke dalam rimba atau masih berkeliaran di sekitar pemukiman.
Masyarakat diminta untuk segera melaporkan sekecil apa pun tanda keberadaan satwa liar tersebut kepada petugas.
Berita Terkait
-
Sejarah Baru Konservasi Lampung: Dua Harimau Cacat Korban Jerat Sukses Lahirkan 2 Bayi
-
Operator Excavator Gasak Uang Majikan Rp8,2 Juta di Pesisir Barat, Pelarian Berakhir di Bekasi
-
Niat ke Hajatan Berujung Petaka: Petani di Pesisir Barat Ditebas Golok Saat Hendak Bertamu
-
Maut di Sepertiga Malam: Nenek 92 Tahun Asal Jerman Tewas Terjebak Kebakaran di Pesisir Barat
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang
-
Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah
-
Diduga Rem Blong, Fuso Oranye 'Sapu' Antrean Kendaraan di Jalan Pramuka: Korban Dilarikan ke RS
-
Truk Ekspedisi Mundur Mendadak di Bandar Lampung: Hantam Pom Mini, Warung Kelontong Ludes Terbakar
-
Skandal Korupsi Masjid Agung Mesuji dan Kredit Fiktif Rp6,7 Miliar Dibongkar Polda Lampung