- Kebakaran melanda sebuah rumah di Pekon Kampung Jawa, Pesisir Barat, pada Senin dini hari, 6 April 2026.
- Warga negara asing asal Jerman bernama Helena Vera Otto tewas terjebak di dalam kamarnya saat insiden terjadi.
- Tim pemadam kebakaran mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Pesisir Tengah untuk dilakukan autopsi oleh pihak kepolisian.
SuaraLampung.id - Keheningan subuh di Pekon (Desa) Kampung Jawa, Kabupaten Pesisir Barat, mendadak pecah oleh jeritan warga dan deru api yang membubung tinggi.
Senin dini hari (6/4/2026), sekitar pukul 03.30 WIB, saat sebagian besar penduduk masih terlelap, si jago merah mengamuk dan melahap sebuah hunian warga.
Namun, kebakaran kali ini menyisakan duka mendalam yang melintasi batas negara. Seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman, Helena Vera Otto, ditemukan tak bernyawa setelah terjebak di dalam kamarnya yang terkepung api.
Laporan kebakaran diterima oleh petugas pemadam kebakaran sesaat setelah api mulai membesar. Tim Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pesisir Barat segera meluncur ke lokasi. Namun, saat petugas tiba, api sudah menguasai sebagian besar bangunan.
Ketegangan memuncak ketika pemilik rumah memberikan informasi krusial kepada petugas bahwa masih ada seseorang di dalam.
"Berdasarkan keterangan pemilik rumah, ada seorang nenek WNA yang masih berada di dalam kamar," ungkap Kepala Satpol PP dan Damkar Pesisir Barat, Cahyadi, Senin.
Petugas pun berjibaku melawan panasnya kobaran api untuk merangsek masuk. Setelah perjuangan keras memadamkan titik api utama, personel Damkar akhirnya berhasil mencapai kamar yang dimaksud.
Pemandangan memilukan menyambut mereka. Di lantai, tepat di samping tempat tidurnya, jasad Helena Vera Otto ditemukan.
Di usianya yang senja, 92 tahun, sang nenek diduga tak mampu menyelamatkan diri saat api mulai mengepung ruang pribadinya tersebut.
Baca Juga: 7 Fakta Kebakaran Hebat di Pabrik Singkong Lampung Tengah yang Viral di Medsos
"Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan jenazah korban berada di lantai, persis di samping tempat tidurnya," tambah Cahyadi.
Evakuasi segera dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Jasad Helena kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis awal.
Pihak kepolisian pun turun tangan untuk melakukan identifikasi lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran dan kondisi korban.
"Setelah dilakukan identifikasi oleh personel Polri, jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Pesisir Tengah untuk keperluan autopsi," tutup Cahyadi. (ANTARA)
Berita Terkait
-
7 Fakta Kebakaran Hebat di Pabrik Singkong Lampung Tengah yang Viral di Medsos
-
Mengapa 2.306,38 Hektar Taman Nasional Way Kambas Bisa Terbakar Saat Musim Hujan?
-
Nelayan di Lampung Ditemukan Tewas Setelah Kapalnya Terbalik Saat Melaut
-
Pantai Tanjung Setia untuk Berburu Ombak Kelas Dunia di Pesisir Barat Lampung
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Maut di Perlintasan Negarabatin: Mobil Alya Tertemper Kereta Api, 2 Pelajar Tewas
-
Spesialis Pencuri Modem WiFi di Bandar Lampung Sudah Beraksi di 15 Lokasi
-
Hari Pajak, BRI Catat Setoran Rp19,1 Triliun Kepada Negara Pada Kuartal I 2026
-
ORI030 Hadir di BRI, Berikan Peluang Investasi dengan Kupon hingga 7,00%
-
Gunung Anak Krakatau Batuk 19 Kali, Jalur Merak-Bakauheni Masih Normal