SuaraLampung.id - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak pengusaha di daerahnya untuk mengembangkan industri cokelat lokal dengan memanfaatkan melimpahnya komoditas kakao.
"Lampung ini menjadi daerah penghasil komoditas kakao nomor dua secara nasional, akan tetapi pabriknya tidak ada untuk mendukung industri cokelat lokal. Sedangkan di Belgia tidak ada perkebunan kakao tapi industri cokelatnya terkemuka," ujar Arinal Djunaidi di Bandarlampung, Senin.
Arinal mengajak pengusaha yang ada di daerahnya untuk ikut serta mengembangkan industri cokelat lokal dengan melihat besarnya potensi komoditas kakao Lampung.
"Saya yakin dengan kerja sama dengan semua pihak kita bisa bangun pabrik cokelat di sini. Karena harga cokelat yang sudah diolah per batang cukup mahal dari pada dijual dalam bentuk mentah kakao, dan ini menjadi peluang bagi perkembangan ekonomi daerah," ucap dia.
Ia melanjutkan, di daerahnya saat ini hanya ada industri pengolahan cokelat yang dikelola oleh BUMD Kabupaten Pesawaran yang berskala kecil. Namun masih mengalami kendala salah satunya kesulitan dalam pemasaran produk.
"Alangkah baiknya kalau saat panen kakao langsung bisa di produksi di sini, jadi ada unit untuk memproses di kebun tidak perlu mahal alatnya yang penting bisa dikelola. Dan nanti tinggal dicarikan pasarnya agar mudah mengatur pola distribusi," tambahnya.
Ia mengatakan potensi pengolahan tersebut bisa membantu petani mendapatkan harga jual kakao lebih baik, dari sebelumnya harga kakao mentah hanya Rp20 ribu per kilogram di tingkat petani, bisa mencapai Rp60 ribu per kilogram. Secara tidak langsung, adanya pabrik pengolahan cokelat lokal dapat membuka lapangan pekerjaan.
"Harapannya pengelolaan kakao Lampung ini bisa berjalan dengan baik, hingga menumbuhkan industri cokelat lokal di Lampung yang produknya bisa masuk ke pasar modern dan berbagai daerah," katanya. [ANTARA]
Baca Juga: Cemburu Buta! Remaja Lampung Timur Tega Habisi Nyawa Rivalnya
Berita Terkait
-
Cemburu Buta! Remaja Lampung Timur Tega Habisi Nyawa Rivalnya
-
Serangan White Spot Hantam Budidaya Udang di Lampung, Program Bantuan KKP Gagal
-
Skandal Joki CASN di Kejaksaan Lampung Terungkap, Anak Pejabat Terlibat?
-
25 Calon Haji Lampung Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Ini Penyebabnya...
-
Hati-Hati! Bencana di Sukabumi Makin Ganas, Ini Daerah yang Rawan Terdampak
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gara-gara Undangan Hajatan, Pria di Lampung Timur Ditembak Mati Kerabat Sendiri
-
Akhir Tragis Satwa Langka: Pembantai Tapir Viral Mesuji Diringkus, Kepala Dipukul Pakai Dongkrak
-
Viral Tuduhan Pungli Rest Area Tol Lampung, Pertamina Patra Niaga Buka Suara
-
Sakit Hati Sering Dimarahi, Plencung Balas Dendam Curi Motor Pelanggan Bengkel Kakak Ipar
-
Lampung Raup Cuan USD 251 Juta di Pasar Global Sepanjang Mei