Selain itu menurut Wayan program ini juga membantu para pengurus bank sampah agar dapat melayani nasabah dalam bertransaksi lebih cepat dan transparan juga karena nasabah langsung tahu berapa nilai yang dia setor.
Kepala Badan Pengelola Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Metro Syachri Ramadhan mengatakan selama ini bank sampah di Kota Metro pengelolaannya dilakukan secara manual dan tunai.
Sejak dibantu oleh BNI kata dia, berdampak pada transasi non runak dan kenaikan skor Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah daerah (IETPD) Kota Metro yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia Perwakilan Lampung beberapa waktu lalu.
“Terbukti pada semester 1 tahun 2023 skor IETPD Pemerintah Kota Metro naik menjadi peringkat 1, hal ini tentunya tidak lepas dari peran serta masyarakat dalam berbagai upaya memperluas Gerakan non tunai,” ujarnya.
Elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah (Pemda) sendiri adalah suatu upaya yang terpadu dan terintegrasi untuk mengubah pembayaran dari tunai menjadi nontunai.
Bank Indonesia (BI) sendiri telah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada 14 Agustus 2014 yang bertujuan untuk menciptakan sistem pembayaran yang aman, efisien dan lancar, yang pada gilirannya akan dapat mendorong sistem keuangan nasional bekerja secara efektif dan efisien guna mewujudkan ekosistem cashless society.
Ketua PKK Kota Metro Silfia Naharani mengatakan amanat Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jaktranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
“Target ini diukur melalui pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen, Pemkot Metro berharap lewat adanya bank sampah, dapat mengurangi sampah organik maupun anorganik, utamanya sampah plastik berkurang 30 persen," ujarnya.
Pihaknya juga menyambut baik kolaborasi bersama Perbankan dalam hal ini BNI dimana lewat transaksi non tunai yang perlahan mengarah kepada digitalisasi transaksi di bank sampah dinilai menjadi lebih cepat dan transparan.
Baca Juga: 3 Kelompok Kriminal yang Sering Beraksi di Kota Metro, Salah Satunya Terkenal Brutal
”Sebelum ada layanan digital, tabungan di bank sampah sebelumnya diserahkan secara tunai setelah satu tahun sesuai kesepakatan dengan para nasabah namun perlahan kini semua telah berubah,” ungkapnya.
PKK di Kota Metro sendiri secara aktif terus mendorong terbentuknya bank-bank sampah di seluruh kelurahan yang ada di Kota Metro.
Menurut Silfia, lewat program pemberdayaan dan digitalisasi Bank Sampah dapat menginspirasi kerjasama lintas stakeholders untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya model pengelolaan sampah dengan bank sampah selain dapat menghasilkan rupiah untuk menambah pendapatan masyarakat juga dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di masyarakat.
“Gerakan bank sampah ini sendiri selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 8 yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, pekerjaan layak, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan bekerja sama dalam melaksanakan inisiatif positif yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
3 Kelompok Kriminal yang Sering Beraksi di Kota Metro, Salah Satunya Terkenal Brutal
-
Cukur Rambut untuk Palestina, Sejumlah Komunitas di Metro Gelar Acara Amal di RIS
-
Potensi Peternakan Sapi di Metro Sangat Besar, Pemkot Dorong Peternak Adaptif Teknologi
-
Razia Hotel dan Indekos, Polres Metro Ungkap Prostitusi Online
-
Metro Target Produksi Padi Sebanyak 17.098,4 Ton Gabah Kering Giling di MT I
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Penyebab Antrean Biosolar Mengular di Lampung Dibidik: Polisi Sisir SPBU Ancam Cabut Izin
-
Petaka Api Cemburu: Pria di Lampung Utara Tega Aniaya Kekasih hingga Tewas
-
BRI Raih Penghargaan Kemenpora, Perkuat Komitmen Majukan Industri Olahraga Nasional
-
Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung
-
Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total