- Dua bocah SD setempat tenggelam di kubangan bekas tambang galian C yang tidak beroperasi di Desa Sendangagung.
- Lokasi kejadian tidak memiliki pengaman seperti pagar atau rambu peringatan, padahal sering digunakan bermain.
- Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab pihak pemilik tambang terhadap area bekas galian yang berbahaya.
SuaraLampung.id - Tragedi tenggelamnya dua bocah Sekolah Dasar di kubangan bekas tambang galian C di Desa Sendangagung menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar.
Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan membuka kembali persoalan bekas tambang yang dibiarkan tanpa pengamanan. Berikut fakta-fakta penting yang perlu diketahui publik.
1. Dua Korban Masih Berusia Anak-anak
Kedua korban diketahui masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan berusia sekitar 8 tahun. Mereka merupakan warga setempat yang sehari-hari beraktivitas tidak jauh dari lokasi kejadian.
2. Lokasi Merupakan Bekas Tambang Galian C
Tempat kejadian adalah kubangan bekas tambang galian C yang sudah tidak beroperasi. Lubang bekas galian tersebut terisi air dan menyerupai kolam alami, namun memiliki kedalaman yang berbahaya bagi siapa pun, terutama anak-anak.
3. Tidak Ada Pengaman di Sekitar Lokasi
Di lokasi bekas tambang tersebut tidak ditemukan pagar, rambu peringatan, maupun penutup lubang. Kondisi ini membuat area tersebut bebas diakses warga dan rawan dijadikan tempat bermain.
4. Kejadian Berawal dari Aktivitas Bermain
Baca Juga: Nelayan di Lampung Ditemukan Tewas Setelah Kapalnya Terbalik Saat Melaut
Sebelum tenggelam, kedua bocah diketahui bermain air dan mencari keong bersama teman-temannya. Tanpa disadari, mereka masuk ke area kubangan yang lebih dalam hingga akhirnya tenggelam.
5. Warga Sempat Berusaha Menolong
Sejumlah warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya melakukan pertolongan. Namun, derasnya air dan kedalaman lubang bekas tambang membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.
6. Korban Dipastikan Meninggal karena Tenggelam
Petugas medis memastikan kedua korban meninggal dunia akibat tenggelam, tanpa ditemukan tanda-tanda kekerasan lain. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
7. Muncul Pertanyaan soal Tanggung Jawab
Berita Terkait
-
Nelayan di Lampung Ditemukan Tewas Setelah Kapalnya Terbalik Saat Melaut
-
7 Fakta Sweet Indo Lampung, Raksasa Gula yang HGU-nya Dicabut Pemerintah
-
Menelusuri Kebun Kopi Robusta di Lampung Barat, Dari Lereng hingga Secangkir Kopi Juara
-
7 Fakta Kasus Perjalanan Dinas Fiktif DPRD Lampung Utara Rugikan Negara Rp2,9 Miliar
-
Kakak Beradik Ditemukan Tewas di Kolam PT Pelindo dalam Kondisi Berpelukan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
Terkini
-
7 Fakta Tragis Dua Bocah Tewas di Bekas Tambang Galian C, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Promo Powder Milk Fair Alfamart Januari 2026, Susu Favorit Diskon hingga 25 Persen
-
Cara Menghitung Soal Cerita Matematika Menggunakan Metode 4 Langkah
-
Memahami Taksiran Atas, Bawah, dan Terbaik dalam Matematika
-
5 Fakta Kaburnya Tahanan Polsek Maro Sebo, Lolos di Dini Hari hingga Ditangkap di Palembang