SuaraLampung.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Rajabasa Bandar Lampung menggelar pelatihan produk dan usaha bakery terhadap para narapidana.
Pelatihan ini diikuti 24 warga binaan Lapas Rajabasa Bandar Lampung dimana lima di antaranya adalah napi terorisme. Pelatihan produk dan usaha bakery bekerja sama dengan LPK Teladan Sahabat.
"Pelatihan ini merupakan kerja sama dengan LPK Teladan Sahabat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU)," kata Kalapas Rajabasa Maizar, Selasa (22/6/2021) dilansir dari ANTARA.
Ia menjelaskan sebanyak 24 warga binaan yang mengikuti kegiatan pelatihan tersebut nantinya akan mendapat sertifikasi dari LPK Teladan Sahabat saat selesai mengikuti pelatihan dengan hasil yang baik.
"Ketika mereka selesai ikuti pelatihan nanti akan dapat sertifikasi yang dapat mereka digunakan ketika sudah selesai menjalani hukumannya," kata dia.
Maizar menambahkan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian lapas terhadap proses pembinaan bagi warga binaan, khususnya warga binaan terorisme untuk memiliki keterampilan dalam bidang usaha bakery (pembuatan roti/kue).
"Kita berikan kepada mereka pelatihan dan kegiatan usaha agar nantinya mereka memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan ketika mereka selesai menjalani hukuman," katanya.
Maizar juga mengucapkan terima kasih kepada LPK Teladan Sahabat yang telah memberikan sumbangsih tenaga dan ilmu bagi warga binaan serta memberikan sertifikasi yang nantinya dapat digunakan untuk melakukan kegiatan usaha.
Ia berharap kepada warga binaan yang mengikuti pelatihan tersebut dapat benar-benar mempelajari pelatihan tersebut. Selain pelatihan bidang usaha bakery, pihaknya juga memiliki pelatihan lain seperti memasak, membuat tapis dan lainnya.
Baca Juga: Pegawai Lapas Rajabasa Dites Urine Dadakan, Ini Hasilnya
"Nanti kita akan adakan pelatihan lagi sesuai dengan bidang masing-masing warga binaan," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Pemprov Lampung Jadikan UMKM Center Sebagai Magnet Wisata Belanja 15 Kabupaten/Kota
-
Niat ke Hajatan Berujung Petaka: Petani di Pesisir Barat Ditebas Golok Saat Hendak Bertamu
-
Syahwat Politik Berujung Bui: Menanti Sidang Perdana Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya
-
Ikan Hias Mati karena Listrik Padam: Derita Warga Pringsewu Terbayar Usai Pencuri Kabel Diringkus
-
Residivis di Pringsewu Terjang Pintu Kaca Alfamart Demi Kabur dari Kejaran Warga, Berakhir Nahas