Sampai akhirnya ia menerima tawaran bekerja di Vihara Thay Hin Bio.
Sebagai Muslim tidak masalah baginya menjadi pegawai di Vihara Tertua di Lampung ini. Selama bekerja, Marto tidak mendapatkan tekanan apapun soal agama.
Pengurus Vihara tidak membatasinya untuk tetap sholat dan menjalankan ibadah sebagai muslim.
"Malah kadang-kadang mereka (Umat Budha) yang negor kita untuk salat Jumat. Kita sendiri suka gak keinget," ujarnya.
Pria berusia 47 tahun ini menuturkan ia biasa menyiapkan dekorasi buah untuk ritual dan membuat lilin. Namun, ia tidak diperkenan membersihkan patung-patung Buddha. Hal ini untuk memberikan kenyamanan dirinya sebagai muslim.
"Mereka bukannya tidak memperbolehkan, tapi jangan sampai kesalah pahaman itu ada. Patung-patung Buddha, dirawat dengan pengurus Vihara yang juga umat Buddha. Kita sebagai muslim tetap muslim, mereka Umat Buddha bisa menjalankan amalan masing-masing," terang Marto.
Viriya, Rohaniawan Vihara Thay Hin Bio mengatakan pengurus Vihara yang muslim diberikan kebebasan untuk menjalankan ibadahnya. Vihara ini memiliki 10 pengurus, 5 diantaranya sebagai muslim.
Kontributor: Mitha Setiani Asih
Baca Juga: 668 Calon Jemaah Haji Bandar Lampung Sudah Divaksin Covid-19
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis
-
Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun
-
Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping
-
Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal
-
Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas