- Pemkot Bandar Lampung menargetkan penyelesaian masterplan penanganan banjir terintegrasi dan berkelanjutan pada tahun 2026 mendatang.
- Strategi jangka pendek difokuskan pada normalisasi drainase, pengerukan sedimen, serta pembuatan sumur resapan di berbagai lokasi.
- Pembangunan infrastruktur skala besar seperti kolam retensi dilakukan sebagai solusi jangka panjang untuk menahan debit air.
SuaraLampung.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan menata ulang "wajah" air di Kota Tapis Berseri. Bukan sekadar tambal sulam, Pemkot kini tengah memacu penyusunan sebuah masterplan penanganan banjir yang terintegrasi dan berkelanjutan. Targetnya cetak biru ini harus rampung tahun ini juga.
“Masterplan penanganan banjir kami targetkan selesai pada tahun ini,” ujar Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, Selasa (12/5/2026).
Dokumen yang didanai langsung oleh kementerian ini bukan sekadar tumpukan kertas. Di dalamnya, tertuang strategi perang melawan banjir yang terbagi dalam tiga babak yakni jangka pendek, menengah, dan panjang.
Untuk jangka pendek, Pemkot akan langsung "bermain di lapangan". Fokusnya adalah mengembalikan fungsi saluran air yang selama ini tersumbat.
Pasukan kebersihan dikerahkan untuk pengerukan sedimen, normalisasi drainase, hingga memperlebar titik-titik penyempitan (bottleneck) yang sering ditemukan di bawah jembatan.
Tak hanya itu, solusi ramah lingkungan seperti sumur resapan dan biopori akan diperbanyak untuk memastikan air tak hanya sekadar lewat, tapi meresap kembali ke bumi. Namun, untuk benar-benar menjinakkan air dalam jangka panjang, diperlukan infrastruktur "berotot".
“Kalau membuat embung atau kolam retensi hingga seluas lima hektare, itu masuk rencana jangka panjang. Anggarannya besar, bisa mencapai puluhan miliar rupiah,” jelas Wilson.
Infrastruktur skala besar ini diproyeksikan menjadi kantong-kantong air raksasa yang akan menahan laju air sebelum sempat mengepung pemukiman warga.
Sejatinya, Bandar Lampung bukan tidak punya rencana. Kota ini sudah memiliki masterplan lama. Namun, pertumbuhan kota yang pesat dan perubahan iklim membuat dokumen tersebut usang.
Baca Juga: Aksi Bejat Pemulung: Cabuli Bocah 6 Tahun di Kamar Mandi Masjid Tanjung Senang
Alam telah berubah, dan pemerintah sadar bahwa strategi lama tak lagi ampuh meredam luapan air yang kian sulit diprediksi.
“Masterplan kota sebenarnya sudah ada, tapi harus di-update lagi. Kondisi sekarang sudah berbeda, banyak kejadian (banjir) terbaru yang harus menjadi perhatian serius kami,” tambah Wilson. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Maut di Ujung Penolakan: Saat Ajakan Rujuk Berujung Penembakan Mantan Istri di Mesuji
-
Operasi Kilat 24 Jam: Polda Lampung Sapu Bersih 41 Bandit, 86 Titik Kejahatan Terbongkar
-
Misteri Kunci Hilang Terjawab: Sebulan Diincar, Mobil Avanza di Bandar Lampung Raib Digasak
-
Letupan Tengah Malam di Bumi Waras: Gudang Frozen Food Rp3 Miliar Ludes Dilalap Api