- Sebanyak 689 siswa SMPN 1 Kabuh, Jombang, mengalami keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis pada Rabu, 2 September 2026.
- Dinas Kesehatan Jombang mencatat 256 siswa mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan setempat.
- Penyedia menu, SPPG Mangunan, menyelidiki proses pengolahan bahan makanan dengan fokus khusus pada dugaan masalah aroma pada udang.
SuaraLampung.id - Sebanyak 689 siswa SMPN 1 Kabuh, Jombang, mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu siang (2/9/2026).
Para siswa mengeluhkan hal yang sama yakni perut yang melilit, rasa mual yang hebat, pusing, hingga muntah-muntah.
Apa yang awalnya dikira diare biasa, ternyata berubah menjadi gelombang keluhan massal yang mengejutkan publik Jombang.
Dinas Kesehatan (Diskes) Jombang mencatat sebanyak 256 siswa divalidasi mengalami gangguan kesehatan.
Baca Juga:Lampu Kuning Program MBG! Baru Separuh SPPG di Bandar Lampung yang Terjamin Higienis
"Awalnya orang menganggap diare biasa, tetapi setelah datanya dikumpulkan ternyata jumlahnya banyak sekali," ungkap Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, Kamis (3/9/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Efek dari santapan siang itu mulai terasa saat matahari terbenam. Sore hingga malam hari, fasilitas kesehatan di sekitar Kabuh mendadak sibuk.
Puskesmas, Klinik Mitra Plus, hingga Klinik As-Syifa menjadi tumpuan bagi para siswa yang kondisinya kian melemah.
Hingga Kamis sore, tujuh siswa masih harus terbaring di ranjang rumah sakit. Tubuh mereka lemas, butuh bantuan rehidrasi cepat untuk mengganti cairan yang terkuras. Sementara 74 lainnya menjalani rawat jalan dengan pengawasan ketat.
"Kondisi yang tujuh ini memang lemas, tapi sudah mulai membaik. Semoga besok sudah bisa pulang," tambah dr. Hexawan sembari mengingat angka 256 tersebut masih bersifat dinamis dan bisa bertambah sewaktu-waktu.
Baca Juga:Orang Tua Protes Menu MBG Tak Lengkap, SPPG Iringmulyo Janji Lengkapi Esok Hari
Lantas, apa yang salah? Di tengah sorotan publik, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan selaku penyedia menu mulai angkat bicara.
Cakra Rizki Fortuna, Kepala SPPG Mangunan, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penelusuran mendalam dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur.
Satu detail kecil kini menjadi fokus investigasi adalah udang. Cakra menyebutkan bahwa pada pemeriksaan awal atau uji organoleptik sebelum distribusi, tidak ditemukan keanehan. Namun, ada kecurigaan muncul terkait aroma dalam proses pengolahan udang yang kini tengah diteliti lebih lanjut.
"Memang ada dugaan terkait aroma dalam proses pengolahan udang yang perlu kita telusuri kembali," ujar Cakra.