- BPS Lampung mencatat inflasi tahunan Agustus 2026 sebesar 3,53 persen dengan Bandar Lampung tertinggi mencapai 3,86 persen.
- Emas perhiasan, bensin, beras, minyak goreng, dan daging ayam ras menjadi komoditas utama yang memicu kenaikan harga.
- Perwakilan BPS Lampung Hermawan Prasetyo menyatakan lonjakan dipicu kenaikan pengeluaran kelompok makanan dan transportasi pada Selasa (1/9/2026).
SuaraLampung.id - Pergerakan harga barang di pasar-pasar Lampung kembali menunjukkan tren naik. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, ekonomi di Bumi Ruwa Jurai pada Agustus 2026 mengalami inflasi tahunan sebesar 3,53 persen.
Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan cerminan dari semakin tipisnya dompet warga akibat meroketnya harga sejumlah kebutuhan pokok hingga perhiasan.
Jika Anda merasa biaya hidup di ibu kota provinsi terasa lebih mencekik dibandingkan daerah lain, Anda tidak salah.
Data BPS menunjukkan Bandar Lampung menjadi wilayah dengan kenaikan harga paling agresif, menyentuh angka 3,86 persen.
Baca Juga:Apes! Gara-gara GPS, Dua Maling Motor di Bandar Lampung Tertangkap Hanya dalam 2 Jam
Sebaliknya, Kabupaten Lampung Timur justru menjadi wilayah yang paling adem dengan inflasi terendah di angka 2,90 persen.
Perbedaan ini memperlihatkan betapa tingginya tekanan ekonomi di area perkotaan yang didorong oleh gaya hidup dan mobilitas masyarakat.
Apa yang sebenarnya membuat hidup kian mahal? Ternyata, "tersangka" utamanya bukan hanya urusan perut. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mencatat kenaikan paling fantastis, yakni sebesar 9,42 persen.
Emas perhiasan tercatat sebagai komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar (0,39 persen). Fenomena ini menunjukkan bahwa harga emas yang terus memecahkan rekor dunia berdampak langsung pada daya beli warga Lampung.
Namun, urusan dapur tetap menjadi penyumbang keresahan yang nyata. Berikut adalah daftar komoditas yang paling banyak menguras kantong warga sepanjang Agustus 2026:
Baca Juga:Viral Gadis Lampung Mengaku Jadi Korban Perdagangan Orang, Ini Penjelasan Polisi
- Emas Perhiasan: Andil 0,39%
- Bensin: Andil 0,29%
- Beras: Andil 0,23%
- Minyak Goreng: Andil 0,21%
- Daging Ayam Ras: Andil 0,21%
"Inflasi tahunan ini dipicu oleh kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, tembakau, hingga transportasi yang melonjak 5,53 persen," jelas Hermawan Prasetyo, perwakilan dari BPS Provinsi Lampung, Selasa (1/9/2026).
Melihat lebih detail ke pergerakan bulan ke bulan (Agustus terhadap Juli 2026), terjadi kenaikan tipis sebesar 0,23 persen.
Di level ini, Kabupaten Mesuji memimpin sebagai daerah dengan kenaikan harga bulanan tertinggi (0,26 persen), sementara Kota Metro relatif stabil di angka 0,22 persen.
Meski inflasi tahun kalender (year to date) masih berada di level 2,16 persen, kenaikan kumulatif pada sektor-sektor kunci seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi diprediksi akan terus menjadi tantangan bagi ketahanan ekonomi keluarga di Lampung hingga akhir tahun mendatang. (ANTARA)