Misi Gula Tanpa Impor: Siasat Rp1,7 Triliun Amran Sulaiman di Jantung Tebu Lampung

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menetapkan Lampung sebagai pengungkit utama untuk menghentikan impor gula nasional.

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 28 Agustus 2026 | 09:45 WIB
Misi Gula Tanpa Impor: Siasat Rp1,7 Triliun Amran Sulaiman di Jantung Tebu Lampung
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis produksi gula nasional dapat mencapai 3 juta ton pada 2026 sehingga kebutuhan gula putih dalam negeri diharapkan dapat dipenuhi tanpa impor. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menetapkan Lampung sebagai pengungkit utama untuk menghentikan impor gula nasional.
  • Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp1,7 triliun pada 27 Agustus 2026 di Tulang Bawang untuk meremajakan tebu rakyat.
  • Target produksi nasional mencapai 3 juta ton pada 2026 guna mewujudkan swasembada gula dalam dua tahun.

SuaraLampung.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berambisi menghentikan ketergantungan Indonesia pada manisnya gula impor dalam waktu sesingkat-singkatnya. Untuk itu Lampung ditetapkan sebagai pengungkit utama dalam mesin produksi tebu nasional.

Mentan Amran mengungkap fakta pahit di balik industri gula rakyat. Sekitar 86 persen lahan tebu rakyat saat ini dalam kondisi tidak layak produksi atau sakit.

"Caranya adalah mengoptimalkan plasma atau tebu rakyat yang tidak laik. Kami diberikan anggaran Rp1,7 triliun untuk membongkar plasma-plasma ini," tegas Amran saat meninjau langsung potensi di Kabupaten Tulang Bawang, Kamis (27/8/2026).

Anggaran triliunan tersebut akan dialokasikan untuk program pembongkaran dan peremajaan lahan secara masif. Mentan tidak ingin sekadar memperluas lahan, ia ingin setiap jengkal tanah menghasilkan maksimal.

Baca Juga:Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Divonis 5 Tahun: Wajib Ganti Rp7,8 Miliar

"Moga-moga bisa mencapai 100 ton per satu hektare," harapnya optimistis.

Instruksi Presiden Prabowo sangat spesifik yakni swasembada gula dalam empat tahun. Namun, Amran Sulaiman yang dikenal dengan gaya kerja cepatnya, ingin memangkas waktu tersebut menjadi hanya dua tahun.

Dengan pengembangan areal baru seluas 30.000 hektare di Lampung yang sudah berjalan, Mentan menargetkan produksi gula nasional menyentuh angka 3 juta ton pada tahun 2026.

Angka ini dianggap sebagai titik aman untuk memenuhi kebutuhan gula putih (white sugar) dalam negeri tanpa harus melirik pasar luar negeri.

"Target produksi gula nasional mudah-mudahan tidak impor white sugar. Ini menjadi target kita tahun ini," ujar Amran.

Baca Juga:Misteri Jasad Bayi dalam Saluran Air Dekat Pasar Tugu Terungkap, Dibuang Ibu yang Malu

Data pemerintah memperkuat posisi Lampung sebagai tulang punggung. Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, memproyeksikan luas lahan tebu di Lampung akan mencapai hampir 98.000 hektare pada 2027 dengan asumsi produksi mencapai 480.053 ton gula.

Kawasan Tulang Bawang, dengan kehadiran raksasa industri seperti Sugar Group Companies (SGC), diharapkan menjadi motor penggerak dari hulu hingga hilir.

Pemerintah berkomitmen mendukung penuh pabrik-pabrik gula nasional agar kapasitas giling mereka meningkat seiring dengan melimpahnya bahan baku dari petani. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak