- Dua pelajar menemukan jasad bayi laki-laki di dekat Pasar Tugu, Bandar Lampung, pada Senin, 24 Agustus 2026.
- Polsek Tanjung Karang Timur mengamankan perempuan berinisial ES pada Rabu, 26 Agustus 2026, karena diduga membuang bayinya.
- ES dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk medis darurat, sementara jasad bayi menjalani autopsi guna mengetahui penyebab kematiannya.
SuaraLampung.id - Suasana di sekitar Pasar Tugu, Jalan Hayam Wuruk, Bandar Lampung, gempar, Senin sore (24/8/2026) setelah dua pelajar yang sedang melintas tak sengaja menemukan sesosok jasad bayi laki-laki.
Dua hari berselang, misteri di balik temuan memilukan itu akhirnya terjawab. Tim Polsek Tanjung Karang Timur berhasil melacak jejak sang ibu.
Rabu (26/8/2026) siang, polisi mengepung sebuah rumah di Jalan Romowijoyo. Di sana, mereka mengamankan ES (36), seorang perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang, yang diduga kuat sebagai sosok di balik pembuangan darah dagingnya sendiri.
Berdasarkan pemeriksaan awal, sebuah kisah kelam terungkap. ES diduga melahirkan bayi malang tersebut seorang diri di kamar mandi rumahnya.
Baca Juga:Bocah SD Temukan Jasad Bayi Ber-ari-ari di Aliran Sungai Bandar Lampung
Tanpa dekapan hangat, sang bayi yang disebut-sebut hasil hubungan di luar pernikahan itu justru berakhir di aliran sungai yang dingin.
"Hasil penyelidikan kami mengarah kuat kepada pelaku. Saat ini ES sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Toni Apriadi, Rabu (26/8/2026).
Di rumah pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti sehelai kain bedong dan pakaian milik ES yang masih menyisakan jejak persalinan.
Namun, penangkapan ini bukan akhir dari cerita. ES yang masih dalam kondisi fisik lemah pascamelahirkan secara mandiri, harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.
Rabu malam, ia menjalani tindakan medis darurat, termasuk kuretase, untuk menyelamatkan nyawanya dari komplikasi persalinan.
Baca Juga:Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
Sementara itu, nasib malang sang bayi kini berada di meja autopsi. Polisi berupaya keras mengungkap tabir apakah bayi tersebut meninggal sebelum atau sesudah ia melihat dunia?
"Autopsi sangat penting untuk memastikan penyebab kematiannya. Kami juga mendalami motif pelaku dan mencari tahu apakah ada pihak lain yang terlibat dalam tindakan keji ini," tegas Kompol Toni.