- Lima jurnalis Tulang Bawang diteror orang tak dikenal di jalan raya pada Selasa malam, 1 September 2026.
- Pelaku menggunakan mobil Toyota Hilux membuntuti, menodongkan senjata api, dan menabrak kendaraan korban secara sengaja.
- Korban melaporkan insiden kejahatan tersebut ke Polres Tulang Bawang pada Rabu dini hari untuk diproses hukum.
SuaraLampung.id - Niat hati menyelesaikan tugas profesi, lima jurnalis di Kabupaten Tulang Bawang justru harus berhadapan dengan bahaya di jalan raya.
Perjalanan pulang yang semula tenang berubah menjadi teror mencekam saat kendaraan mereka diburu, ditabrak, hingga diduga ditodong senjata api oleh orang tak dikenal.
Peristiwa bak adegan film aksi ini menimpa Akifullah, wartawan Garudatv, bersama empat rekan media lainnya pada Selasa (1/9/2026) malam.
Kini, kasus aksi koboi di aspal Kecamatan Banjar Margo tersebut telah resmi mendarat di meja penyidik Polres Tulang Bawang.
Baca Juga:Sambil Pasang CCTV, Pria di Tulang Bawang Kuras Saldo M-Banking Pelanggan
Malam itu, sekitar pukul 19.00 WIB, rombongan yang menumpangi Daihatsu Ayla menyempatkan diri singgah di sebuah minimarket di wilayah Gudang Areng untuk sekadar membeli air mineral. Tak ada firasat buruk, hingga mereka melanjutkan perjalanan menuju Unit 2, Banjar Agung.
Namun, ketenangan itu pecah saat sebuah Toyota Hilux berwarna hitam mulai membuntuti. Akifullah merasakan ada yang tidak beres. Kendaraan besar itu terus menempel ketat, membayangi mereka hingga ke kawasan Simpang Penawar.
Di balik kemudi dan kursi penumpang Hilux tersebut, Akifullah menduga ada sosok berinisial A dan S yang tengah mengincar mereka.
Puncak ketegangan terjadi di wilayah Agung Dalem. Kendaraan misterius itu memotong jalan. Penumpangnya turun dengan gestur mengancam.
"Penumpang kendaraan sempat turun dan meminta kami keluar sambil membawa benda yang diduga senjata api. Kami juga mendengar suara seperti letusan," kenang Akifullah saat memberikan keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga:Malam Kelam di Sungai Burung, Nelayan Muda yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa
Memilih menyelamatkan nyawa, rombongan wartawan ini mencoba memacu gas untuk menghindar. Bukannya berhenti, pengemudi Hilux justru semakin beringas.
Mobil Ayla yang ditumpangi para pemburu berita itu ditabrak dengan sengaja sebanyak tiga kali dari arah belakang. Benturan keras itu mengakibatkan kerusakan pada kendaraan, memaksa rombongan meninggalkan lokasi dengan perasaan waswas.
Rabu dini hari, ia resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tulang Bawang dengan nomor laporan LP/B/255/IX/2026/SPKT.
Empat saksi kunci yang berada di lokasi, yakni Triono, Abdi, Muharol, dan Hendra, siap memberikan kesaksian atas kebrutalan yang mereka alami.
"Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian. Kami berharap pelaku segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Akifullah.
Hingga kini pihak Polres Tulang Bawang belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan laporan tersebut. (ANTARA)