- Kakek J (69) ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Bandar Lampung, pada Rabu (5/8/2026) pagi.
- Keponakan korban bersama warga mendobrak rumah terkunci setelah mencium bau busuk dan melihat banyak lalat.
- Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan, sementara keluarga menolak autopsi karena korban memiliki riwayat hipertensi.
SuaraLampung.id - Gang Mawar I di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Kebon Jeruk, Bandar Lampung, geger, Rabu (5/8/2026) pagi. Di salah satu sudut rumah di sana terjadi peristiwa yang menggetarkan warga.
Aroma tidak sedap yang menyengat dan kawanan lalat yang mengerubungi celah pintu menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang salah di balik dinding rumah Kakek J (69).
Sang lansia, yang biasanya terlihat beraktivitas sederhana, ternyata telah berpulang dalam kesendirian yang sunyi.
Kejadian ini terungkap saat keponakan korban mendatangi rumah tersebut karena khawatir pamannya sudah beberapa hari tak terlihat. Kecurigaannya memuncak saat ia mencium bau yang menusuk hidung dari dalam rumah yang terkunci rapat.
Baca Juga:Modus Beli Rokok, Pria Ini Bawa Kabur Motor Teman: Buron Setahun, Tertangkap Saat Pulang Kampung
"Saksi melihat banyak lalat di sekitar pintu. Karena pintu terkunci dari dalam, ia segera menghubungi Ketua RT dan petugas Linmas untuk mendobrak masuk," ujar Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati.
Saat daun pintu berhasil dibuka, pemandangan memilukan tersaji. J ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai rumah dengan kondisi tubuh yang sudah mulai mengalami pembusukan. Ia hanya mengenakan celana pendek, di ruangan yang menjadi saksi bisu detik-detik terakhir hidupnya.
Tim Inafis Polresta Bandar Lampung segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau barang berharga yang hilang. Segalanya tampak utuh, kecuali nyawa yang telah pergi.
Keluarga menuturkan, Kakek J terakhir kali terlihat pada Senin siang saat keluar rumah untuk membeli makanan. Tak ada yang menyangka, itu adalah perjalanan terakhirnya di lingkungan tersebut.
Baca Juga:Amankan Dapur 2.180 Pegawai, Pemkot Bandar Lampung Kucurkan Rp8,6 Miliar Gaji PPPK Tiap Bulan
Diketahui, ia memiliki riwayat penyakit hipertensi dan sempat terjatuh hingga muntah-muntah seminggu sebelumnya. Meski sempat berobat ke klinik tradisional, takdir berkata lain.
Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian J dan menolak proses autopsi. Kini, jenazahnya telah dievakuasi ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek untuk visum luar sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peka. Jika ada tetangga atau keluarga yang tinggal sendiri dan lama tidak terlihat, segera lapor ke aparat setempat. Kepedulian kita bisa mencegah kejadian serupa terlambat diketahui," pungkas AKP Agustina.