- Pemprov Lampung memplot lahan 40 hektare di Lampung Barat untuk percontohan pembenihan mandiri bawang putih pada tahun ini.
- Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung target Kementerian Pertanian dalam mencapai swasembada bawang putih nasional pada tahun 2029.
- Pemerintah daerah telah memetakan 870 hektare lahan potensial di Lampung Barat dan Tanggamus guna memperluas kapasitas produksi.
SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersiap mengambil peran strategis dalam peta jalan memutus ketergantungan impor pangan.
Mendukung target Kementerian Pertanian mencapai swasembada bawang putih nasional pada 2029, Lampung mulai mengakselerasi budidaya komoditas bumbu dapur ini dari kawasan dataran tinggi.
Langkah awal dimulai tahun ini dengan memplot lahan seluas 40 hektare di Kabupaten Lampung Barat sebagai proyek percontohan pengembangan bawang putih berbasis pembenihan mandiri.
"Pemerintah pusat menargetkan swasembada tercapai penuh pada 2029. Tahun ini secara nasional dibuka 5.000 hektare lahan yang hasilnya diproyeksikan untuk memasok kebutuhan benih musim tanam berikutnya. Lampung menjadi salah satu daerah pionir dengan alokasi 40 hektare di Lampung Barat," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, Sabtu (19/9/2026).
Baca Juga:Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau
Marindo membeberkan, proyek di Lampung Barat tidak sekadar mengejar volume panen instan, melainkan membangun ekosistem agribisnis yang berkelanjutan.
Petani tak hanya disuplai benih unggul dan sarana produksi (saprodi), tetapi juga disokong pasokan Pupuk Hayati Cair (PHC) dari pemda.
Rantai pasoknya pun telah dikunci dari hulu ke hilir. Hasil panen perdana nantinya akan diserap langsung oleh penangkar atau offtaker resmi yang disiapkan pemerintah, sementara sebagian hasil lainnya dialokasikan sebagai bank benih untuk musim tanam 2027.
"Pengembangan ini didesain berkelanjutan, bukan proyek sekali panen lalu selesai. Pola ini akan melatih kemandirian petani lokal dalam mengamankan ketersediaan benih berkualitas tanpa harus bergantung terus-menerus pada pasokan luar," imbuh Marindo.
Peluang Lampung menjadi salah satu lumbung bawang putih nasional kian terbuka lebar. Pada 2027, Kementerian Pertanian berencana melipatgandakan target perluasan tanam nasional hingga menembus 20.000 hektare.
Baca Juga:Tiga Kali Mangkir Berujung Borgol: Sekda Lampung Tengah Ditahan Polda Lampung Usai Diperiksa 9 Jam
Menyambut target agresif tersebut, Pemprov Lampung telah memetakan sedikitnya 870 hektare lahan potensial berketinggian ideal yang tersebar di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus.
Kapasitas produksi tersebut kian solid seiring adanya kuota wajib tanam seluas 100 hektare pada 2027 yang dibebankan kepada para importir melalui skema kemitraan langsung dengan kelompok tani lokal.
"Untuk memastikan target tercapai tanpa kendala di lapangan, pemetaan lahan dan mitigasi kendala teknis di Lambar serta Tanggamus terus kami matangkan. Kualitas sumber daya manusia juga diperkuat melalui sertifikasi dan pelatihan ketat bagi para petugas pengawas mutu benih," pungkas Marindo. (ANTARA)