- Samson Sihaloho, seorang ABK kapal KM Tao Toba Kaya 4, dilaporkan hilang di perairan Gunung Krakatau pada Minggu, 17 Mei 2026.
- Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif di lokasi terakhir korban dengan memanfaatkan kapal Basarnas dan koordinasi bersama para nelayan setempat.
- Upaya pencarian oleh tim penyelamat terkendala oleh kuatnya arus bawah laut serta gelombang tidak terduga di Samudra Hindia tersebut.
SuaraLampung.id - Bagi Samson Sihaloho (35), laut adalah ladang nafkah. Namun, pada Minggu (17/5/2026) lalu, hamparan air itu berubah menjadi tabir gelap yang menyelimuti keberadaannya.
Samson, seorang anak buah kapal (ABK) dari KM Tao Toba Kaya 4, dilaporkan raib. Ia diduga terjatuh dan hilang di tengah hiruk-pikuk aktivitas mencari ikan di sekitar perairan Gunung Krakatau.
Kapal yang ia tumpangi awalnya membelah ombak dengan gagah, berangkat dari Pelabuhan Perikanan Muara Baru menuju luasnya Samudra Hindia. Namun, rutinitas melaut itu seketika berubah menjadi kepanikan saat Samson tak lagi terlihat di posisinya.
Kabar hilangnya Samson segera menggerakkan "mesin" kemanusiaan. Di bawah komando Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud Polda Lampung, hingga BPBD Lampung Selatan langsung mengerahkan segala kekuatan.
Baca Juga:Pelajar Tewas Digulung Ombak Pantai Teba Tanggamus
"Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak. Kami menyisir lokasi terakhir korban terlihat dengan radius hingga beberapa mil laut menggunakan kapal Basarnas," ujar Rezie di Kalianda, Selasa (19/5/2026).
Di atas permukaan, cuaca mungkin terlihat mendukung. Langit cerah seolah memberi harapan. Namun, Rezie mengungkapkan bahwa musuh utama tim di lapangan adalah gelombang laut yang tak terduga dan kuatnya arus bawah Samudra Hindia.
"Cuaca di lokasi cukup mendukung, namun fluktuasi gelombang dan arus menjadi kendala utama bagi tim di lapangan," tambahnya.
Operasi pencarian ini bukan hanya milik petugas berseragam. Tim SAR juga mengajak para nelayan setempat untuk ikut mencari Samson. Setiap mata nelayan yang kini sedang melaut diminta untuk menjadi "radar" tambahan.
"Kami telah menginformasikan kepada nelayan-nelayan setempat. Apabila melihat tanda-tanda atau menemukan informasi sekecil apa pun tentang korban, kami mohon segera melapor," ucap Rezie. (ANTARA)
Baca Juga:Petaka Liburan di Pantai Labuhan: 2 Remaja Tewas Digulung Keganasan Ombak