Puluhan Sopir Logistik Terjebak di Tengah Laut Lampung Selatan Tanpa Kepastian

Puluhan sopir terjebak selama empat hari di KM Mutiara Persada III akibat kerusakan mesin

Wakos Reza Gautama
Senin, 18 Mei 2026 | 08:04 WIB
Puluhan Sopir Logistik Terjebak di Tengah Laut Lampung Selatan Tanpa Kepastian
Puluhan sopir kendaraan angkutan yang berada di atas Kapal KM Mutiara Persada III dilaporkan tertahan di tengah perairan Lampung, hingga Sabtu (16/5/2026). [saibumi.com]
Baca 10 detik
  • Puluhan sopir terjebak selama empat hari di KM Mutiara Persada III akibat kerusakan mesin sejak 13 Mei 2026.
  • Kapal tersebut terombang-ambing di perairan Pulau Sebuku, Lampung Selatan, saat menempuh perjalanan dari Pelabuhan Cigading menuju Bandar Lampung.
  • Kerusakan mesin menyebabkan distribusi sekitar 90 kendaraan bermuatan logistik pakan ternak terhambat hingga memicu ketegangan para sopir.

SuaraLampung.id - Puluhan sopir terombang-ambing di atas KM Mutiara Persada III, di sekitar perairan Pulau Sebuku, Lampung Selatan, Sabtu (16/5/2026).

Perjalanan yang seharusnya singkat dari Pelabuhan Cigading, Banten menuju Panjang, Bandar Lampung, kini berubah menjadi ujian kesabaran yang panjang.

Kapal yang mereka tumpangi dilaporkan tak lagi mampu membelah ombak sejak Rabu (13/5/2026) malam akibat kerusakan mesin yang membandel.

Empat hari sudah berlalu. Di atas dek kapal yang panas, gurat kelelahan terpancar jelas dari wajah para sopir. Sebuah rekaman video memperlihatkan pemandangan yang kontras dengan hiruk-pikuk pelabuhan.

Baca Juga:Curhat Pilu Bocah Kelas 4 SD di Lampung: Dicabuli Ayah Kandung Saat Ibu Mengadu Nasib di Taiwan

Sekelompok pria berkumpul di sudut-sudut kapal, berdiskusi kecil, sembari menatap laut lepas, menanti kabar baik dari kru kapal yang tak kunjung tiba.

Mono, salah satu sopir yang terjebak di tengah laut, menceritakan bagaimana harapan mereka sempat melambung lalu jatuh kembali.

"Kapal sempat diperbaiki dan berjalan beberapa saat. Tapi sekitar pukul 10.00 WIB, mesin kembali mengalami gangguan sampai sekarang," tuturnya Sabtu (16/5/2026) dikutip dari saibumi.com--jaringan Suara.com.

Mono bukan sekadar membawa kendaraan kosong. Di dalam truknya, berton-ton bahan pakan ternak menunggu untuk segera didistribusikan. Keterlambatan ini bukan hanya soal waktu bagi para sopir, tapi juga soal nasib rantai logistik di darat.

"Tujuan saya ke Panjang untuk kebutuhan pakan ayam," tambahnya, menyiratkan kekhawatiran akan nasib ternak yang mungkin kelaparan di ujung perjalanannya.

Baca Juga:Pencarian Nelayan Pandeglang yang Hilang di Perairan Kalianda Dihentikan

Kondisi di dalam perut kapal pun sesak. Diperkirakan ada sekitar 80 hingga 90 kendaraan berbagai jenis yang memenuhi dek, semuanya membawa muatan berbeda yang kini terancam terlambat sampai ke tangan konsumen.

Suasana di atas kapal kian tegang. Para sopir telah berulang kali melontarkan protes dan meminta kejelasan. Namun, jawaban yang mereka terima sejauh ini hanyalah janji-janji teknis.

"Kami sudah melapor dan menanyakan solusi. Informasinya, kapal akan ditarik (towing). Katanya teknisi juga akan datang pukul 12.00 WIB untuk memperbaiki mesin," ungkap Mono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak