- Provinsi Lampung mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 389 juta dolar AS pada periode Februari tahun 2026.
- Ekspor utama didominasi komoditas lemak nabati serta kopi dan rempah-rempah yang diminati pasar Tiongkok, Amerika, dan Pakistan.
- Akumulasi ekspor Lampung sepanjang awal tahun 2026 mencapai 992,45 juta dolar AS dengan tren kinerja yang stabil.
SuaraLampung.id - Di saat peta ekonomi global terus bergerak dinamis, Provinsi Lampung justru menunjukkan taringnya sebagai salah satu lumbung ekspor utama di Indonesia. Tak sekadar bertahan, Bumi Ruwa Jurai ini berhasil mencatatkan rapor hijau yang impresif di awal tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, neraca perdagangan luar negeri Lampung pada Februari 2026 kembali mencatatkan surplus yang fantastis, yakni sebesar 389 juta dolar AS (atau setara lebih dari Rp6 triliun dengan kurs saat ini).
"Kinerja perdagangan luar negeri Lampung tetap positif. Ini mencerminkan ketangguhan ekonomi kita di awal tahun," ujar Statistisi Ahli Muda BPS Lampung, M. Sabiel, Jumat (3/4/2026).
Magnet Lemak Nabati dan Kopi di Pasar Dunia
Baca Juga:5 Fakta Wanita Asal Lampung Tewas Ditusuk di OKU Timur, Teriakan Malam Jadi Awal Terungkapnya Kasus
Apa yang membuat dunia begitu melirik Lampung? Jawabannya ada pada kekayaan alamnya. Golongan lemak dan minyak hewan nabati menjadi "primadona" yang paling diburu, disusul oleh aroma khas kopi, teh, dan rempah-rempah yang tak pernah sepi peminat di pasar internasional.
Sepanjang Januari hingga Februari 2026, akumulasi nilai ekspor Lampung telah menyentuh angka 992,45 juta dolar AS.
Tiga raksasa dunia menjadi pelanggan setia produk-produk unggulan ini. Tiongkok memimpin dengan nilai serapan 162,64 juta dolar AS, disusul Amerika Serikat sebesar 126 juta dolar AS, dan Pakistan dengan 114,96 juta dolar AS.
"Komoditas lemak dan minyak nabati menyumbang nilai terbesar, mencapai 482,76 juta dolar AS. Selain itu, kopi dan rempah-rempah kita juga sangat kuat dengan nilai 141,57 juta dolar AS," jelas Sabiel merinci kekuatan ekspor Lampung.
Meski angka surplus Februari ini sedikit lebih landai dibandingkan bulan Januari, namun pencapaian ini justru lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Hal ini menandakan bahwa performa perdagangan Lampung berada dalam tren naik (uptrend) yang stabil.
Baca Juga:Bandar Lampung Darurat Parkir, Pelaku Usaha Wajib Sediakan Lahan Sendiri
Di sisi lain, Lampung tetap menjaga keseimbangan dengan angka impor yang terkendali, yakni sebesar 102,98 juta dolar AS pada Februari 2026.
Mayoritas barang yang didatangkan merupakan bahan penolong industri, seperti pupuk dan bahan bakar mineral, guna menyokong kembali proses produksi dalam negeri. (ANTARA)