- Dishub Lampung mengelola arus ribuan truk logistik pasca-Lebaran 2026 melalui strategi pengantongan di Rest Area JTTS.
- Petugas memanfaatkan Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Panjang untuk memecah konsentrasi kendaraan agar tidak terjadi antrean panjang.
- Pemerintah daerah mengatur ritme masuknya kendaraan ke dermaga guna menjaga kelancaran distribusi logistik menuju Pulau Jawa.
SuaraLampung.id - Genderang arus mudik dan balik Lebaran 2026 mungkin baru saja usai pada 30 Maret lalu. Namun, bagi para petugas di Pelabuhan Bakauheni, perjuangan belum benar-benar berakhir.
Usai kendaraan pribadi dan bus pemudik melandai, kini giliran "raksasa jalanan", truk-truk logistik, yang kembali menguasai aspal.
Setelah 16 hari "puasa" beroperasi demi kelancaran pemudik, ribuan truk kini serentak bergerak menuju Pulau Jawa.
Untuk mencegah pelabuhan menjadi titik sumbat yang mematikan, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung bergerak cepat mengaktifkan strategi "zona pengantongan."
Baca Juga:7 Fakta Kemacetan Parah di Bakauheni, Truk Antre Panjang Lumpuhkan Jalinsum hingga Tol
Kepala Dishub Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menjelaskan bahwa kunci kelancaran arus logistik kali ini terletak pada pemanfaatan Rest Area di sepanjang Jalan Tol Lintas Sumatera (JTTS).
Rest Area 20 B dan Rest Area 87 kini bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan zona strategis untuk mengatur ritme kendaraan besar.
"Kami sudah mulai melakukan pengantongan truk di rest area tersebut. Ini adalah filter untuk menahan laju kendaraan jika pantauan di dalam pelabuhan sudah mulai penuh," ujar Bambang di Bandar Lampung, Kamis (2/4/2026).
Strategi ini ibarat bendungan yang mengatur aliran air. Truk dilepaskan secara bertahap menuju dermaga sesuai dengan kapasitas tampung pelabuhan. Dengan begitu, antrean panjang di pintu masuk pelabuhan yang kerap memicu kemacetan horor bisa dihindari.
Bakauheni tidak berjuang sendirian. Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung juga telah diinstruksikan untuk mulai mengangkut truk-truk logistik secara langsung menuju Pulau Jawa. Langkah terstruktur ini diambil untuk memecah konsentrasi kendaraan agar tidak tertumpuk di satu titik saja.
Baca Juga:Hingga Malam Ini, 1,1 Juta Pemudik Padati Bakauheni, Kendaraan Ikut Melonjak
"Mudah-mudahan ini akan membantu agar arus kendaraan besar lancar dan aktivitas logistik kembali normal seperti sediakala," tambah Bambang dengan nada optimistis.
Bambang tidak menampik sempat terjadi gesekan arus di Lintas Timur beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal itu dipicu oleh pengalihan kendaraan barang ke beberapa pelabuhan alternatif seperti Bandar Bakau Jaya, Pelabuhan Wika, hingga Pelabuhan Sumber Makmur Abadi.
Proses menunggu sandar kapal di dermaga sempat menciptakan antrean, namun berkat penanganan sigap, kondisi tersebut segera kembali normal. "Kemacetan itu segera terurai begitu proses bongkar muat kapal berjalan lancar," jelasnya.
Kesuksesan dan kendala di tahun 2026 ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Dishub Lampung sudah mulai membidik skema baru untuk Lebaran tahun depan.
Salah satu wacana yang mencuat adalah memisahkan penanganan kendaraan barang ukuran kecil (golongan IV B ke bawah) agar bisa ditampung langsung di dermaga ASDP.
"Tahun depan kita evaluasi lagi. Tujuannya satu, mencegah antrean panjang dan memastikan denyut nadi ekonomi melalui kendaraan logistik tetap terjaga tanpa mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya," pungkas Bambang. (ANTARA)