Menurut informasi dari Pangeran Syafei dari Kotabumi, di daerah Kebon Tebu terdapat peninggalan purbakala, maka setelah diselidiki ternyata peninggalan di sana seluruhnya dari masa megalitik.
Di Purawiwitan terdapat areal seluas tiga hektar, berisi dolmen dan menhir berjajar-jajar yang seluruhnya terdiri dari batu yang sangat besar.
Di Desa Pura Jaya juga terdapat situs sejenis itu dalam areal yang lebih kecil, kira-kira 1 ha. Sebuah batu menhir dengan satu dolmen dengan dikelilingi batu-batu kecil lainnya, disebut Batu Jagur merupakan situs ketiga di sana.
Satu buah dolmen yang letaknya terpisah di seberang jalan, juga masih merupakan bagian situs pertama. Lima buah dolmen yang besar disebut Telaga Mukmin, terletak di lereng pegunungan, di tengah hutan.
Baca Juga:Polisi Dalami Pelaku Lain Kasus Pencurian BRILink di Pesisir Barat
Di tengah Pasar Bungin ditemukan menhir-menhir yang letaknya ada yang sudah dipindahkan. Di cabang Dua ditemukan juga kelompok dolmen dan menhir dalam jumlah yang banyak, dan juga pecahan tembikar dan batu gilingan (grinder stone).
Salah satu dolmen yang sudah patah menjadi dua, bergores penuh dan satu batu lagi juga bergores penuh. Batu bergores sejenis ini diketemukan juga di Air Hitam.
2. Tanggamus
Kompleks Megalitik yang luas juga adalah di Batu Bedil di Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus. Kompleks Batu Bedil terdiri dari 2 tempat.
Batu Bedil Hulu yang terdiri dari sebuah patung batu gajah dikelilingi oleh menhir dan dolmen.
Baca Juga:Lampung Sudah Didiami Masyarakat Sejak Zaman Purba, Ini Buktinya
Kompleks Batu Bedil Hilir terdiri dari dolmen dan menhir dan beberapa buah batu lumpang. Kompleks Batu Hilir ini sebagian sudah ditutup oleh bangunan rumah penduduk.