"Arisan ini secara online, dan dipasarkan via online juga mulai dari Instagram, Line, WhatsApp Grup, Telegram, dan lainnya," sebutnya.
"Bukti chat, ada bukti transfer, lalu resume. Pelaku terakhir masih bisa dihubungi pada pertengahan September 2022, dan sempat juga didatangi para korban di rumahnya. Namun, pelaku tidak ada. Jadi benar pelaku ini warga Bandar Lampung," pungkasnya.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra menyatakan pihaknya telah menerima laporan terkait arisan menurun 2017, dan sebelumnya juga sudah ada laporan yang masuk terkait arisan tersebut.
"Iya ini jadi ada laporan kembali, kenapa saya bilang laporan kembali, karena sebelumnya ada seseorang berinisial L yang sudah melaporkan peristiwa ini. Sehingga tadi ada beberapa yang menguasakan sebanyak 63 orang melaporkan peristiwa yang sama," ujarnya.
Baca Juga:Puskesmas di Bandar Lampung Lakukan Surveilans Kasus Gagal Ginjal Akut Anak
Kompol Dennis menambahkan, oleh sebab itu pihaknya akan melanjutkan kasus ini.
"Untuk itu kita tinggal melanjutkan lagi penyelidikan nya terkait motif, lalu modusnya, bagaimana cara kerjanya, sehingga kita bisa pastikan unsur-unsur pidana dari laporan tersebut," tandasnya.