- Farul Kurniawan membunuh Tomas Agung Adi Wijaya di Desa Karya Tani, Lampung Timur, pada Senin, 1 Juni 2026.
- Pelaku diringkus polisi di Way Mili kurang dari 24 jam setelah melakukan aksinya dengan tindakan tegas terukur.
- Motif pembunuhan dipicu oleh rasa cemburu asmara dan dugaan pengaruh penyalahgunaan narkotika jenis sabu oleh pelaku.
SuaraLampung.id - Keheningan Dusun 3, Desa Karya Tani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, mendadak pecah oleh suara ganjil dari sebuah gubuk di pinggir saluran irigasi. Senin (1/6/2026), warga yang melintas sempat mengira suara mengorok itu adalah orang yang sedang tidur lelap.
Namun, saat didekati, pemandangan mengerikan tersaji di depan mata. Seorang pria tergeletak bersimbah darah dengan luka bacok yang nyaris memutus leher dan tangannya.
Penemuan mayat dengan luka ini seketika menggemparkan Lampung Timur. Namun, pelarian sang jagal tak berlangsung lama. Kurang dari 24 jam, tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Timur berhasil mengendus jejak pelaku.
Dibalik tragedi ini, terungkap sebuah kronologi yang terencana dan dingin. Pelaku, Farul Kurniawan (22), ternyata mengenal korban, Tomas Agung Adi Wijaya. Sore itu, dengan dalih mengajak pergi, Farul menjemput korban dan membawanya ke lokasi sepi di sekitar irigasi.
Baca Juga:Geger Teror Pocong di Lampung Timur: Ternyata Rekayasa AI Buatan 7 Bocah Ingusan
Di tempat yang jauh dari pantauan warga itulah, Farul yang sudah gelap mata menghujamkan senjata tajam berkali-kali.
Tanpa ampun, ia menyasar bagian vital. Korban yang tak berdaya ditinggalkan begitu saja dalam kondisi sekarat, sementara Farul memacu motornya menuju Desa Pulomeranti untuk bersembunyi.
Pengejaran yang dilakukan polisi berlangsung tegang. Senin (1/6/2026) sore, sekitar pukul 16.00 WIB, petugas berhasil mengepung persembunyian Farul di wilayah Way Mili, Kecamatan Gunung Pelindung.
Namun, alih-alih menyerah, pemuda 22 tahun ini justru mencoba melawan petugas dan melarikan diri. Tak ingin buruannya lepas, polisi terpaksa melepaskan tindakan tegas terukur. Satu butir timah panas bersarang di kaki Farul, mengakhiri pelariannya dalam waktu singkat.
"Kami berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial FK. Saat ini ia tengah menjalani pemeriksaan intensif," tegas Kapolres Lampung Timur, AKBP Heti Patmawati, didampingi Kasat Reskrim AKP Stefanus Boyoh, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga:Nyawa Wanita Muda Melayang Gara-gara Kartu SIM: Tragedi Berdarah di Siger Park Bakauheni
Apa yang membuat pemuda ini begitu tega menghabisi nyawa orang lain dengan cara yang sangat keji? Polisi mengungkap satu kata kunci yakni asmara. Cemburu buta diduga menjadi pemicu utama Farul nekat merencanakan pembunuhan tersebut.
Menariknya, saat penggeledahan, polisi menemukan fakta lain yang mengejutkan. Selain menyita senjata tajam dan dua unit sepeda motor, petugas juga menemukan alat isap sabu (bong), plastik klip, dan alat bekas pakai narkoba. Kuat dugaan, aksi sadis pelaku juga dipengaruhi oleh penyalahgunaan zat terlarang.
"Kami masih mendalami motif ini dan menelusuri kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat," tambah AKBP Heti, Alumni Akpol 2005 tersebut.