- Tim Ditreskrimum Polda Lampung menemukan granat aktif saat menggerebek rumah dua tersangka DPO kasus pencurian di Kabupaten Pesawaran.
- Petugas Brimob telah melakukan disposal terhadap granat tersebut untuk memastikan keamanan lingkungan di sekitar lokasi penemuan barang bukti.
- Polda Lampung kini mendalami asal-usul senjata ilegal serta potensi keterkaitan tersangka dengan jaringan kejahatan yang lebih berbahaya.
SuaraLampung.id - Niat hati meringkus bandit jalanan, tim Ditreskrimum Polda Lampung justru menemukan benda mematikan. Dalam sebuah penggerebekan di Kabupaten Pesawaran, petugas menemukan sebuah granat aktif.
Operasi yang mulanya merupakan pengejaran terhadap dua orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian dengan pemberatan (street crime), mendadak berubah menjadi situasi tegang.
Saat petugas menggeledah sudut-sudut rumah salah satu tersangka yang melarikan diri, benda berbahan besi itu ditemukan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, Kombes Indra Hermawan, mengonfirmasi temuan granat tersebut. Ia memastikan bahwa ancaman ledakan telah dinetralkan.
Baca Juga:8 Senjata Api dan Satu Granat: Operasi Kilat Polda Lampung Ringkus 95 Pelaku Kejahatan
"Terkait barang bukti granat itu, sudah dilakukan disposal (pemusnahan) oleh tim Brimob sesuai prosedur. Saat ini kami fokus melakukan pendalaman untuk melacak dari mana asal-usul benda tersebut," ujar Kombes Indra di Mapolda Lampung, Selasa (2/6/2026).
Kasus ini bermula dari aksi kejahatan jalanan yang melibatkan empat orang tersangka. Dua di antaranya telah lebih dulu mencicipi dinginnya sel tahanan, namun dua lainnya, yang rumahnya menjadi lokasi penemuan granat, masih licin bagai belut.
Saat digerebek, hunian yang menjadi sasaran petugas itu kosong melompong. Para DPO tampaknya telah mengendus kedatangan polisi lebih awal.
"Penggeledahan ini adalah bagian dari upaya kami mengejar dua tersangka yang masih buron. Sayangnya, saat didatangi, yang bersangkutan tidak ada di lokasi. Justru petugas menemukan satu buah granat di sana," lanjut Indra.
Polda Lampung kini tidak hanya fokus pada kasus pencurian yang dilakukan komplotan ini, tetapi juga mendalami potensi keterkaitan mereka dengan jaringan yang lebih berbahaya atau kepemilikan senjata ilegal skala berat. (ANTARA)
Baca Juga:Rekam Jejak Bandit yang Menembak Mati Polisi di Lampung: Pernah Kabur dari RS Bhayangkara