facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi Penyekapan Mantan Sopir oleh Orang Suruhan Nindy Ayunda, Sulaiman: Mata Saya Ditutup

Wakos Reza Gautama Selasa, 05 Juli 2022 | 15:06 WIB

Kronologi Penyekapan Mantan Sopir oleh Orang Suruhan Nindy Ayunda, Sulaiman: Mata Saya Ditutup
Ilustrasi Nindy Ayunda. Mantan sopir cerita penyekapan yang dilakukan orang suruhan Nindy Ayunda. [Instagram/@nindyayunda]

Sulaiman mengaku dianiaya saat diduga disekap oleh orang-orang suruhan Nindy Ayunda

SuaraLampung.id - Mantan sopir Nindy Ayunda, Sulaiman, akhirnya menceritakan kronologi penyekapan yang diduga dilakukan orang suruhan Nindy. 

Kasus penyekapan Sulaiman ini sudah dilaporkan Rini Diana pada Februari 2021 ke Polda Metro Jaya.

Oleh penyidik Polda Metro Jaya, proses hukum atas laporan Rini Diana terhadap Nindy Ayunda dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.  

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan aparat Polres Metro Jakarta Selatan. Sulaiman menjalani pemeriksaan sebagai saksi korban pada Selasa (5/7/2022) dini hari.

Baca Juga: Soroti Penganiayaan Sopir Nindy Ayunda Masuk Penyelidikan, Nikita Mirzani: Ketakutan Nih, Tahu Kasusnya Jalan

Usai menjalani pemeriksaan, Sulaiman mengaku dianiaya saat diduga disekap oleh orang-orang suruhan Nindy Ayunda. Menurut cerita yang bersangkutan, peristiwa terjadi pada 11 Februari 2021.

"Waktu itu ada pemukulan di bagian leher, dada, sama kepala saya," ujar Sulaiman dikutip dari Matamata.com--grup Suara.com.

Sulaiman juga mengatakan bahwa pelaku juga memanfaatkan sejumlah benda untuk melakukan penganiayaan.

"Awalnya tangan saja, tangan kosong. Tapi sempat pakai alat juga. Cuma nggak tahu alat apa, karena posisi saya mata ditutup," paparnya.

Imbas kejadian tersebut, Sulaiman mengaku masih sering merasakan sakit di kepala. Ia juga jadi mudah hilang fokus.

Baca Juga: Mantan Sopir Nindy Ayunda Ngaku Dipukuli Saat Disekap, Sampai Sekarang Masih Trauma

"Sekarang saya merasakan, kadang terasa pusing saja kepala," kata Sulaiman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait