SuaraLampung.id - Provinsi Lampung dan Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan kerja sama konektivitas angkutan penyeberangan antara dua provinsi tersebut.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menawarkan dua opsi lokasi pelabuhan kepada Kementrian Perhubungan untuk merealisasikan konektivitas Lampung-Babel.
Dua lokasi pelabuhan itu yaitu di Pelabuhan Sungai Sidang, Kabupaten Mesuji atau Pelabuhan Tanah Merah, Kabupaten Tulang Bawang milik PT Dipasena Citra Dermaja.
Arinal lebih menyarankan untuk memilih Pelabuhan Tanah Merah karena pihak PT Dipasena Citra Dermaja siap menghibahkan lahannya untuk Pemprov Lampung.
Baca Juga:Kasus Omicron di Lampung Sudah Mencapai 5 Kasus
Selain itu infrastruktur jalan sudah tidak banyak yang perlu dibenahi, jika dibandingkan Pelabuhan Sungai Sidang.
"Pada intinya kami minta Kemenhub mendukung konektivitas antar kedua wilayah ini, karena pelabuhan tersebut nantinya akan digunakan sebagai sarana pendukung pengiriman bahan pangan komoditas pertanian antar kedua provinsi tersebut, lalu saya melihat keluarga besar Tionghoa asal Babel banyak yang berdomisili di Lampung. Sehingga nanti dengan adanya fasilitas penyebrangan ini akan memudahkan mereka," jelasnya dikutip dari Saibumi.com--jaringan Suara.com.
Sementara itu Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengatakan bahwa dalam perjanian kerjasama antar kedua provinsi sebelumnya, telah disepakati untuk lokasi pelabuhan di Babel dibangun di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.
"Untuk di Bangka akan berlokasi di Sadai Bangka Selatan dan Tanjung Pandan untuk di Pulau Belitung," jelas Erzaldi.
Dia melanjutkan, terealisasi akses konektivitas langsung antar Babel dan Lampung ini dapat meningkatkan nilai efisiensi untuk kedua provinsi, khususnya dalam hal investasi, perdagangan dan pariwisata.
Baca Juga:Hujan Deras, Tiang Listrik di Kuripan Telukbetung Barat Roboh
Menteri Budi Karya Sumadi segera mengintruksikan jajarannya untuk melakukan survei langsung, baik itu di Pelabuhan Sadai, Tanjung Pandan, Sungai Sidang, maupun Tanah Merah.
- 1
- 2