"Sambutannya sangat hebat menurut saya. Saya saja kaget dan terkejut. Ini luar biasa, di luar dugaan. Saya merasa tersanjung dan berterima kasih," katanya.
"Apalagi tadi kita nyeruit bareng, itu makanannya top, sambalnya pedas, enak banget," ujarnya.
Selama dua hari di Lampung dia merasa seperti berada di daerah sendiri apalagi di Lampung ada saudara yang tinggal di Pringsewu dan di Sukabumi.
"Jadi ada anaknya Pakdhe saya yang merawat saya sejak kecil, dua orang ternyata tinggal di Lampung. Selain itu kemarin saya bertemu dengan para transmigran yang aslinya dari Purworejo, Kutoharjo, Bagelen, dan lainnya. Itu kan daerah saya, makanya saya seperti bertemu dengan saudara-saudara sendiri," ucapnya.
Baca Juga:Kesaksian Kadis PUPR Soal Fee Rp 2 Miliar Polda Sumsel, AKBP Dalizon Ditahan
Dalam pertemuan itu Pun Edward juga menerangkan sejumlah silsilah keberadaan Lampung baik kerajaan yang dulu ada hingga kesultanannya, para saibatin hingga tokoh adat yang hingga kini masih kental terasa. (ANTARA)