Tak lama dari kunjungannya itu, tiga patung jenderal tersebut dipindah. Pemindahan tiga patung ini kata Azmyn tidak merubah apapun yang ada di Museum Kostrad.
"(pemindahan patung) itu permintaan saya bukannya Kostrad yang mau patung itu tidak ada disitu. Saya pribadi yang minta itu. Jadi jangan tuding-tuding institusi Kostrad. Jangan. Saya yang minta itu. Kalo mau tanya itu ga disitu, tanya saya," beber Azmyn.
Namun gara-gara pemindahan patung itu, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmanyto menuding TNI telah disusupi komunis. Bagi Azmyn tudingan itu terlalu dangkal.

"TNI itu institusi besar. Jangan seperti itu. Kalau mau menganalisa itu dilihat dulu data, lengkap dulu informasi, cek ricek. Tentara itu biasa cek ricek and cek again Kalo uda pasti itu baru silakan beri tanggapan," tuturnya.
Baca Juga:Soal Tudingan PKI, Panglima TNI Nilai Ucapan Gatot Tak Bisa Dibuktikan Secara Ilmiah
Mengenai munculnya isu komunis setiap akhir bulan September, Azmyn mengatakan boleh saja selama untuk membuat waspada masyarakat.
"Tapi jangan isu itu untuk konsumsi politik. Jangan ada kepentingan pribadi membuat isu. Sebaiknya tidak untuk meresahkan masyarakat tapi membuat masyarakat waspada. Jangan dibuat jadi konsumsi politik apalagi untuk kepentingan pribadi ga bagus itu," terangnya.
"Pak Azmyn melihat ini ada konsumsi politik dan kepentingan pribadi?" tanya presenter Kompas TV.
"Ah itu kalian lihat sendiri lah. Semua orang bisa baca lah itu," jawab Azmyn.
Azmyn mengaku tak menyangka niatannya meminta pemindahan tiga patung jenderal itu menjadi polemik dan perbincangan di masyarakat.
Baca Juga:Gatot Tuding TNI AD Disusupi PKI, Panglima Kostrad: Senior Sebaiknya Klarifikasi Dulu
Bagi Azmyn, munculnya tudingan TNI disusupi komunis gara-gara pemindahan patung adalah tuduhan yang tidak pantas. Ini karena kata Azmyn tudingan itu tidak beralasan dan tidak ada suatu analisa tidak ada pemeriksaan, pengecekan sebelumnya.