alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mantan Menteri Percaya Mahfud MD Maklumi Korupsi, Menko Polhukam Bereaksi

Wakos Reza Gautama Selasa, 04 Mei 2021 | 11:03 WIB

Mantan Menteri Percaya Mahfud MD Maklumi Korupsi, Menko Polhukam Bereaksi
Ilustrasi Menko Polhukam Mahfud MD. Mahfud MD beri klarifikasi soal berita dirinya memaklumi korupsi selama demi kemajuan. [Dok Kemenko Polhukam]

Diketahui beredar kabar yang menyebutkan Mahfud MDmemaklumi korupsi selama itu demi kemajuan.

SuaraLampung.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD geram dengan kabar yang beredar terhadap dirinya.

Diketahui beredar kabar yang menyebutkan Mahfud MD memaklumi korupsi selama itu demi kemajuan. Gara-gara berita itu ada saja yang percaya. 

salah satunya adalah mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Muhammad AS Hikam. Hal itu membuat Mahfud MD angkat bicara. 

"Pak Hikam percaya saya bilang begitu? Pak Hikam percaya bahwa saya bilang korupsi bisa dimaklumi demi kemajuan? Pak Hikam percaya bahwa saya bilang untuk mencapai kemajuan ekonomi pemerintah boleh membiarkan korupsi? Itu semua permainan medsos (media sosial) yang omong kosong, Pak. Tak ada itu," kata Mahfud ke A S Hikam dilansir dari ANTARA.

Baca Juga: Bantah Sebut Korupsi Bisa Dimaklumi, Mahfud MD: Itu Omong Kosong

Mahfud kemudian menjelaskan ada pihak-pihak yang memelintir pernyataannya saat ia membuka diskusi/webinar bertajuk "Ekonomi dan Demokrasi" pada Sabtu minggu lalu (1/5/2021).

"Saya berbicara itu didengar oleh Saiful Mujani, Faisal Basri, dan Halim Alamsyah sebagai narasumber webinar Demokrasi dan Ekonomi. Juga didengar oleh ratusan peserta webinar. Saya yang membuka webinar itu. Terlalu amat bodohlah kalau saya bilang begitu," ucap Mahfud menegaskan.

Mahfud pun lanjut menerangkan kembali dua pernyataan yang ia sampaikan ke peserta webinar.

"Di negara kita ini, korupsi sudah meluas ke berbagai lini. Ada yang bilang itu karena demokrasi kita kebablasan. Korupsi dibangun melalui jalan demokrasi alias menggunakan mekanisme demokrasi. Mari kita sehatkan demokrasi agar bisa mempercepat kemajuan ekonomi," tutur Mahfud.

“Jangan seperti sekarang, demokrasinya membuat korupsi terjadi di berbagai lini. Korupsi sekarang dapat dikatakan dibangun melalui proses dan cara yang demokratis. Itu rasanya membuat kita sesak dan hampir putus asa," kata dia menambahkan.

Baca Juga: Gunakan Dana Desa untuk Judi, Eks Kepala Kampung di Tulangbawang Dipenjara

Sementara itu, pernyataan kedua Mahfud masih terkait isu yang sama, yaitu korupsi dan demokrasi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait