Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa daerahnya menolak hanya menjadi penghasil bahan mentah.

Wakos Reza Gautama
Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:48 WIB
Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi
Ilustrasi sawah di Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan pada 18 Agustus 2026 bahwa daerahnya menolak hanya menjadi penghasil bahan mentah. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan pada 18 Agustus 2026 bahwa daerahnya menolak hanya menjadi penghasil bahan mentah.
  • Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan penyebaran 82 unit mesin pengering senilai Rp27,36 miliar untuk meningkatkan kualitas hasil panen petani.
  • Hilirisasi komoditas pertanian bertujuan mendongkrak kesejahteraan 735.894 rumah tangga petani serta membangun kedaulatan ekonomi daerah.

SuaraLampung.id - Selama ini, Provinsi Lampung dikenal sebagai pintu gerbang Sumatera. Namun, bagi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, predikat itu dirasa belum cukup.

Lampung tak ingin lagi hanya menjadi jalur perlintasan truk-truk pengangkut bahan mentah yang menuju luar daerah. Mirza ingin Lampung menjadi dapur raksasa yang mengolah kekayaannya sendiri.

"Kita tidak ingin Provinsi Lampung hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah," tegas Rahmat Mirzani Djausal, Selasa (18/8/2026).

Pernyataan sang Gubernur bukan tanpa alasan. Di balik hamparan hijau bumi Ruwa Jurai, tersimpan angka-angka fantastis yang mencengangkan.

Baca Juga:Kado Merdeka di Balik Jeruji: 718 Napi Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Pulang

Bayangkan saja, produksi pisang Lampung mencapai 2 juta ton dengan nilai ekonomi menembus Rp30 triliun. Padi menyumbang Rp25,48 triliun, sementara ubi kayu atau singkong mencatat angka Rp10,16 triliun.

Sayangnya selama ini sebagian besar komoditas unggulan tersebut keluar dari Lampung dalam bentuk apa adanya.

Padahal, jika diolah menjadi produk turunan melalui hilirisasi, nilai tambahnya bisa berlipat ganda, lapangan kerja baru akan tercipta, dan kesejahteraan 735.894 rumah tangga petani di Lampung akan terdongkrak drastis.

"Hilirisasi adalah solusi. Inilah bagian dari ikhtiar kita untuk membangun kedaulatan ekonomi Lampung," lanjut Mirza.

Langkah konkret pun mulai dipacu. Pemerintah Provinsi Lampung tidak hanya menebar janji, namun mulai memperkuat infrastruktur di tingkat desa.

Baca Juga:Wajah Baru Way Kambas: Ambisi Lampung Membangun Surga Gajah Kelas Dunia

Pada tahun 2026, ditargetkan sebanyak 82 unit mesin pengering komoditas senilai Rp27,36 miliar akan disebar. Tujuannya memastikan hasil panen petani punya kualitas standar industri sebelum masuk ke tahap pengolahan.

Potensi yang dipertaruhkan memang sangat besar. Selain pisang dan padi, Lampung adalah raksasa nanas (Rp6,29 triliun), kakao (Rp4,36 triliun), hingga kopi (Rp654 miliar).

Dengan posisi strategis sebagai penghubung Jawa dan Sumatera, Lampung memiliki segala syarat untuk bertransformasi dari sekadar lumbung pertanian menjadi pusat industri hilir. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini