Jumlah Sperma Menurun, Populasi Manusia Terancam Punah

jumlah sperma yang turun dan perubahan perkembangan seksual mengancam kelangsungan hidup manusia.

Wakos Reza Gautama
Senin, 01 Maret 2021 | 10:28 WIB
Jumlah Sperma Menurun, Populasi Manusia Terancam Punah
Ilustrasi Kerumunan orang. Populasi manusia terancam punah karena menurunnya jumlah sperma. (ANTARA/HO/ Dokumentasi Plh Wali Kota Jakarta Pusat)

SuaraLampung.id - Populasi manusia yang ada di bumi sebesar 7,8 miliar orang terancam punah. Ini karena terjadinya penurunan jumlah sperma di dunia. 

Perununan jumlah sperma ini disebabkan krisis kesuburan yang dialami manusia akhir-akhir ini. Diperkirakan ini akan mengancam kelangsungan hidup manusia di bumi. 

Hal ini diungkapkan ahli epidemiologi lingkungan dan reproduksi di Icahn School of Medicine, Mount Sinai, New York, Shann Swan.

Menurutnya,  jumlah sperma yang turun dan perubahan perkembangan seksual mengancam kelangsungan hidup manusia. Hal itu juga menyebabkan krisis kesuburan.

Baca Juga:Hits: Manusia Terancam Punah, Millen Cyrus Terciduk Lagi

Dalam buku barunya, Countdown, Swan memperingatkan krisis kesuburan di masa depan dapat menimbulkan ancaman global yang sebanding dengan krisis iklim.

"Kondisi reproduksi saat ini tidak dapat berlanjut lebih lama lagi tanpa mengancam kelangsungan hidup manusia," tulisnya, dilansir The Guardian.

Buku ini dibuat setelah Swan melakukan penelitian pada 2017. Studinya menunjukkan jumlah sperma di negara barat telah anjlok hingga 59% antara tahun 1973 hingga 2011, dan menjadi berita utama global.

Dalam buku ini, Swan dan rekan penulisnya, Stacey Colino, mengeksplorasi bagaimana kehidupan modern mengancam jumlah sperma, mengubah perkembangan reproduksi pria dan wanita serta membahayakan kehidupan manusia.

Menurut mereka, gaya hidup dan paparan bahan kimia telah mengubah dan mengancam perkembangan seksual serta kesuburan manusia, menjadikannya sebagai spesies yang terancam punah.

Baca Juga:Epidemiolog: Jumlah Sperma Global Menurun, Manusia Bisa Terancam Punah

"Dari lima kriteria yang mungkin untuk membuat spesies terancam punah, keadaan manusia saat ini memenuhi setidaknya tiga (kriteria)," imbuh Swan.

Antara 1964 hingga 2018, tingkat kesuburan global turun dari 5,06 kelahiran per wanita menjadi 2,4. Sekarang, kira-kira separuh negara di dunia memiliki tingkat kesuburan di bawah 2,1.

Kontrasepsi, perubahan budaya, dan biaya memiliki anak merupakan tiga faktor penyebabnya. Namun ada indikator biologis lainnya, yakni meningkatnya angka keguguran, lebih banyak kelainan genital pada anak laki-laki dan pubertas dini pada anak perempuan.

Swan menyalahkan semua bahan kimia dalam plastik, kosmetik, dan pestisida, yang memengaruhi endokrin seperti ftalat dan bisphenol-A.

“Bahan kimia di lingkungan kita dan praktik gaya hidup yang tidak sehat di dunia modern menganggu kesembangan hormonal, menyebabkan berbagai tingkat kerusakan reproduksi," lanjutnya.

Dia mengatakan faktor seperti merokok tembakau, ganja, dan obesitas yang meningkat juga berperan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak