Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan meletus dua kali pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Wakos Reza Gautama
Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, erupsi sebanyak dua kali pada Sabtu sore, menurut informasi yang disiarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan meletus dua kali pada Sabtu, 25 Juli 2026.
  • Letusan menyemburkan abu vulkanik pekat setinggi 300 meter dari puncak atau 457 meter di atas permukaan laut.
  • PVMBG menetapkan status Waspada dan melarang aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.

SuaraLampung.id - Ketenangan perairan Selat Sunda pada Sabtu (25/7/2026) sore mendadak berubah menjadi pemandangan yang dramatis. Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan mengalami erupsi sebanyak dua kali berturut-turut, memuntahkan kolom abu vulkanik ke langit Lampung Selatan.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada pukul 16.52 WIB, disusul letusan kedua pada pukul 18.00 WIB.

Puncak gunung api legendaris ini seolah mengeluarkan batuk hebat yang menyemburkan material vulkanik setinggi 300 meter dari puncaknya.

Visual dari pos pantau menggambarkan suasana yang mencekam namun megah. Kolom abu yang keluar berwarna kelabu hingga hitam pekat dengan intensitas tebal, bergerak perlahan tertiup angin menuju arah barat laut.

Baca Juga:Bukan Destinasi Wisata! Pesona Mematikan Gunung Anak Krakatau yang Terlarang Bagi Wisatawan

"Benar, hari ini terjadi dua kali erupsi. Ketinggian kolom abu mencapai sekitar 457 meter di atas permukaan laut," ujar Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Suwarno, Sabtu (25/7/2026).

Meski aktivitas vulkanik ini menjadi tontonan alam yang luar biasa, Suwarno mengingatkan bahwa Gunung Anak Krakatau sedang dalam kondisi fluktuatif. Potensi erupsi susulan masih sangat terbuka lebar, mengingat statusnya yang kini berada pada Level II atau Waspada.

Pihak otoritas telah menetapkan garis merah bagi siapa pun yang mendekat. Wisatawan, nelayan, maupun masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

"Kami minta masyarakat di sekitar Selat Sunda tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Khusus untuk nelayan, pantau terus informasi resmi sebelum memutuskan melaut," tegas Suwarno.

Di tengah fenomena alam ini, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah termakan isu-isu liar atau hoaks yang kerap beredar di media sosial.

Baca Juga:Gunung Anak Krakatau Batuk 19 Kali, Jalur Merak-Bakauheni Masih Normal

PVMBG menekankan bahwa setiap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan disampaikan melalui kanal resmi secara real-time. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini