Teka-teki Kematian Dokter Magang di Metro: IDI Lampung Ungkap Fakta Mengejutkan

Dokter peserta PIDI bernama M Zulfikar Drakel ditemukan meninggal dunia di kosnya di Kota Metro

Wakos Reza Gautama
Kamis, 23 Juli 2026 | 13:46 WIB
Teka-teki Kematian Dokter Magang di Metro: IDI Lampung Ungkap Fakta Mengejutkan
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung menyatakan kematian dokter magang M Zulfikar Drakel di Kota Metro, diduga akibat penyakit penyerta yang sebelumnya tidak diketahui. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Dokter peserta PIDI bernama M Zulfikar Drakel ditemukan meninggal dunia di kosnya di Kota Metro pada 21 Juli lalu.
  • Hasil investigasi IDI Lampung bersama pihak berwenang menyatakan kematian korban bukan disebabkan oleh perundungan atau beban kerja berlebih.
  • Penyebab kematian murni karena faktor medis berupa penyakit penyerta tersembunyi setelah keluarga menolak dilakukannya prosedur otopsi.

SuaraLampung.id - Kematian mendadak dr M Zulfikar Drakel, seorang dokter peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI), sempat memicu spekulasi di tengah publik.

Di masa ketika isu perundungan (bullying) dan beban kerja berlebih (overwork) di dunia kedokteran sedang menjadi sorotan tajam, kepergian Zulfikar pada 21 Juli lalu di kamar kosnya di Kota Metro, yang koas di RSUD Sukadana meninggalkan tanda tanya besar.

Namun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung bergerak cepat. Melalui investigasi mendalam yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kesehatan hingga kepolisian, tabir di balik tragedi ini mulai terkuak.

Hasilnya menunjukkan bahwa penyebab kematian Zulfikar bukanlah karena tekanan pekerjaan yang ekstrem.

Baca Juga:Urus Pajak Sambil Wisata: Stan Bapenda di Bandar Lampung Expo Jadi Primadona

"Kami telah melakukan investigasi menyeluruh. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi overwork atau kerja berlebihan. Kami juga memastikan tidak ada unsur perundungan maupun kekerasan di tempat kerja," tegas Ketua IDI Lampung, Josi Harnos, Kamis (23/7/2026).

Penelusuran tim investigasi yang mengumpulkan keterangan dari rekan sejawat, direktur rumah sakit, hingga dokter pendamping, mengarah pada satu kesimpulan yakni adanya penyakit penyerta (komorbid) yang tersembunyi.

"Ditemukan dugaan adanya penyakit penyerta yang selama ini tidak pernah diketahui oleh lingkungan sekitarnya," tambah Josi.

Indikasi infeksi memang ditemukan di dalam tubuh almarhum, namun jenis dan sumber infeksi tersebut akan tetap menjadi misteri.

Pihak keluarga, dengan segala pertimbangan, memilih untuk menolak prosedur otopsi. Sebuah keputusan yang sangat dihormati oleh IDI dan tim penyidik.

Baca Juga:Bukan Sekadar Biji: Ambisi Lampung Menjadi Kiblat Cokelat Premium Dunia

Sosok Zulfikar sendiri dikenal sebagai pribadi yang cenderung pendiam dan tertutup. Ditambah lagi, ia tinggal terpisah dari rekan-rekan sejawatnya selama menjalani masa pengabdian.

Hal ini diduga menjadi alasan mengapa kondisi kesehatannya yang menurun luput dari perhatian orang-orang terdekatnya.

"Meninggalnya dokter Zulfikar ini memiliki konteks yang berbeda dengan kasus-kasus lain yang belakangan viral. Penyebabnya murni medis," tegas Josi. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini