Jelang Imlek, Permintaan Ekspor Lobster di Lampung Tujuan China Meningkat

Riki, pembudidaya lobster di Lampung, mengatakan, budidaya lobster miliknya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Wakos Reza Gautama
Senin, 08 Februari 2021 | 12:36 WIB
Jelang Imlek, Permintaan Ekspor Lobster di Lampung Tujuan China Meningkat
Lobster biru air tawar. Permintaan ekspor lobster di Lampung meningkat jelang Imlek (Facebook/ Ohio Division of Wildlife)

SuaraLampung.id - Menjelang Hari Raya Imlek, harga lobster di Lampung mengalami kenaikan. Kenaikan harga lobster ini dikarenakan banyaknya permintaan dari China jelang Hari Raya Imlek. 

Riki, pembudidaya lobster di Lampung, mengatakan, budidaya lobster miliknya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Jelang Hari Raya Imlek ini, kata Riki, permintaan ekspor lobster meningkat. 

Peningkatan permintaan lobster jelang Imlek datang dari negara China. "Tujuan untuk saat ini ke Tiongkok karena menjelang Imlek permintaan cukup banyak oleh karena itu akan dipanen dalam waktu dekat dan dikirim pada tanggal 9 nanti," ucapnya, Senin (8/2/2021) dilansir dari Antara.

Karena banyak permintaan dari China, harga lobster di pembudidaya naik. Harga lobster saat ini mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu per kilogram menjelang hari raya Imlek.

Baca Juga:Percepatan Proyek Bakauheni Harbour City Digodok Pemerintah

"Untuk lobster saat ini harga sedang bagus karena menjelang Imlek, per kilogram dapat mencapai Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per kilogram dari sebelumnya harga berkisar Rp300 ribu," ujar Riki.

Menurutnya, lobster jenis pasir ukuran 155 gram dan jenis lain dengan ukuran 250 gram ke atas semua diminati pasar ekspor.

"Kita sebelum melaksanakan ekspor tentu mengurus izin terlebih dahulu ke Balai Karantina ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dan mereka langsung mengawasi hingga ke Bakauheni, sedangkan untuk jenis yang diminati hampir semua jenis dengan ukuran yang telah ditentukan," ujarnya.

Ia menjelaskan selama pandemi COVID-19 berlangsung tidak ada kesulitan berarti yang mengganggu kegiatan ekspor dan budidaya lobster.

"Awal pandemi COVID-19 memang kesulitan dalam mendapatkan pakan ikan segar bagi lobster atau yang kita sebut sebagai ruca karena nelayan banyak yang tidak melaut, namun untuk saat ini semua berjalan lancar tanpa kendala," ujarnya lagi.

Baca Juga:Pembelian Tiket Kapal Ferry Bisa Lewat Aplikasi Ferizy

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini