Wakos Reza Gautama
Kamis, 03 September 2026 | 12:35 WIB
Kebakaran menghanguskan kandang kambing sekaligus gudang penyimpanan kulit kopi di Jalan Wala Abadi, Gang Kaplingan Purwadadi Atas, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, Kamis (3/9/2026) dini hari. Sebanyak 17 ekor kambing mati terbakar. [Dok Humas Polresta Bandar Lampung]
Baca 10 detik
  • Sebuah kandang ternak dan gudang kulit kopi di Bandar Lampung terbakar pada Kamis dini hari.
  • Kebakaran tersebut menyebabkan tujuh belas ekor kambing mati terpanggang dengan total kerugian mencapai tiga ratus juta rupiah.
  • Tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang diduga akibat korsleting listrik.

SuaraLampung.id - Si jago merah mengamuk hebat, melahap sebuah kandang ternak dan gudang penyimpanan kulit kopi hingga rata dengan tanah di Jalan Wala Abadi, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, Kamis (3/9/2026) dini hari.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB ini menyisakan kepedihan mendalam. Tak sekadar bangunan yang musnah, 17 ekor kambing yang berada di dalam kandang tak sempat menyelamatkan diri. Hewan-hewan tersebut mati terpanggang hidup-hidup di tengah kobaran api yang membubung tinggi.

Saksi mata pertama kali melihat titik api muncul dari bagian belakang kandang, tepat di dekat tumpukan karung. Material bangunan yang didominasi kayu dan seng, ditambah gunungan kulit kopi kering, yang biasanya digunakan sebagai campuran pakan, menjadi bahan bakar sempurna bagi api untuk menjalar dengan cepat.

Kapolsek Sukarame, Kompol HD Pandiangan mengatakan pihaknya langsung datang ke lokasi kebakaran begitu mendapat informasi dari masyarakat.

"Begitu mendapat informasi, personel bersama saya langsung mendatangi lokasi. Api saat itu sudah sangat besar, melahap kandang dan seluruh stok kulit kopi," ungkapnya.

Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan amukan api. Petugas harus berjibaku selama satu jam penuh, di tengah panas yang menyengat dan asap pekat, sebelum akhirnya api benar-benar padam pada pukul 02.30 WIB.

Meski tidak ada korban jiwa dari pihak manusia, dampak finansial yang ditinggalkan sangat memukul pemiliknya. "Hasil pengecekan sementara, 17 ekor kambing mati terbakar. Kerugian total ditaksir mencapai angka Rp300 juta," tambah Pandiangan.

Hingga fajar menyingsing, garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian. Arang hitam dan bau sisa kebakaran menyeruak di udara. Tim penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk memastikan penyebab pasti bencana ini.

Dugaan sementara, percikan api dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada instalasi bangunan.

Baca Juga: Lawan Lonjakan Harga, Pemkot Bandar Lampung Gempur Pasar dengan Bahan Pokok Murah

Load More