- Safarudin tersengat listrik PLN saat memasang WiFi di Pekon Argomulyo pada Selasa sore, 25 Agustus 2026.
- Rekan kerjanya, Falen Verijal, menyelamatkan nyawa korban dengan menggoyangkan tangga hingga terjatuh guna memutus arus listrik.
- Korban menderita luka bakar serius dan dirawat di rumah sakit tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri standar saat bekerja.
SuaraLampung.id - Suasana Pekon Argomulyo, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus, Selasa sore (25/8/2026), mendadak berubah menjadi horor. Safarudin (36), warga setempat, hampir saja kehilangan nyawa saat sedang menjalankan rutinitasnya memasang jaringan WiFi bagi pelanggan baru.
Lima detik yang ia lalui di atas tangga menjadi pertaruhan antara hidup dan mati. Insiden ini bermula sekitar pukul 15.00 WIB.
Safarudin yang berada di ketinggian, tengah berusaha menarik kabel menggunakan tongkat berbahan stainless steel. Tanpa disadari, ujung tongkat logam yang ia pegang menyentuh kabel listrik tegangan tinggi milik PLN.
Seketika, arus listrik ribuan volt mengalir ke tubuhnya. Safarudin terpaku, terkunci oleh daya listrik yang kuat selama lima detik yang mematikan.
Melihat Safarudin dalam kondisi kritis dan kaku tersengat listrik, Falen Verijal, rekan kerjanya yang berada di bawah, tidak panik. Dalam hitungan detik, ia mengambil keputusan ekstrem yang justru menjadi penyelamat nyawa.
Falen menggoyangkan tangga dengan sekuat tenaga hingga Safarudin terjatuh. Pilihan menjatuhkan rekan dari ketinggian ini terbukti jitu untuk memutus kontak arus listrik yang sedang memangsa tubuh Safarudin. Dengan sigap, Falen pun berusaha menangkap tubuh rekannya agar benturan ke tanah tidak berakibat fatal.
"Korban sempat tidak sadarkan diri setelah terjatuh," ungkap Kapolsek Sumberejo, AKP Zulkarnaen, Rabu (26/8/2026).
Safarudin segera dilarikan ke RS Mitra Husada Pringsewu menggunakan ambulans pekon. Meski menderita luka bakar serius di tangan kiri dan paha kanan, keajaiban masih berpihak padanya. Pada Selasa malam, Safarudin dikabarkan telah sadar dan mulai bisa berkomunikasi.
"Korban sudah membaik dan bahkan sempat menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada rekannya yang telah berani menolong," tambah Kapolsek.
Baca Juga: Tiga Pelajar di Tanggamus Nekat Jambret iPhone 17 Pro Max Senilai Rp26 Juta
Di balik kisah selamatnya Safarudin, terselip rapor merah soal keselamatan kerja. Polisi mencatat bahwa saat kejadian, Safarudin sama sekali tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) standar. Ia hanya berbekal sepatu dan jaket biasa, tanpa helm atau sarung tangan isolator yang mampu menahan arus listrik.
Penggunaan tongkat stainless steel, bahan yang sangat baik menghantarkan listrik, di dekat jaringan PLN juga menjadi catatan serius.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengelola jaringan dan pekerja lapangan, jangan pernah meremehkan prosedur keselamatan. Gunakan APD lengkap dan perhatikan jarak aman dari kabel PLN. Nyawa tidak ada cadangannya," tegas AKP Zulkarnaen.
Berita Terkait
-
Tiga Pelajar di Tanggamus Nekat Jambret iPhone 17 Pro Max Senilai Rp26 Juta
-
Hanya Gara-gara Rp10 Ribu! Eks Anggota DPRD Diduga Cekik dan Tampar Perempuan di Gym
-
Spesialis Pencuri Modem WiFi di Bandar Lampung Sudah Beraksi di 15 Lokasi
-
Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Tanggamus Viral, Ini Kata Kodam dan Kades
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun