- Pemerintah Provinsi Lampung mengadopsi klon unggul robusta temuan petani lokal untuk merevitalisasi perkebunan tua di Lampung Barat.
- Dinas Perkebunan Lampung menerapkan teknik sambung pucuk pada lahan seluas enam hektare di Kebun Induk Hanakau sejak Oktober 2026.
- Penerapan teknik sambung pucuk tersebut berhasil membuat tanaman kopi tua berbuah lebat dengan cepat dalam waktu dua tahun.
SuaraLampung.id - Terobosan besar dalam industri kopi Lampung justru lahir bukan dari balik meja laboratorium, melainkan dari tangan-tangan kreatif para petani lokal.
Mengapresiasi inovasi akar rumput tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kini resmi mengadopsi dan mengembangkan klon unggul kopi robusta temuan petani untuk merevitalisasi perkebunan yang mulai uzur.
Proyek percontohan ini dipusatkan di Kebun Induk Hanakau, Kabupaten Lampung Barat. Di atas lahan seluas 10 hektare tersebut, tersimpan masalah klasik yakni sekitar 6 hektare di antaranya dipenuhi tanaman kopi tua berusia 15 hingga 20 tahun yang produksinya kian merosot.
Alih-alih membongkar habis lahan, Dinas Perkebunan Provinsi Lampung memilih strategi cerdas teknik sambung pucuk (grafting) menggunakan bibit klon unggul karya petani lokal.
"Di Lampung Barat banyak sekali petani kreatif yang berhasil mengembangkan klon robusta unggul. Kami sangat menghargai itu. Kini, benih temuan mereka kami sambungkan ke pohon-pohon tua yang kurang produktif agar bisa bangkit lagi," tegas Kepala Dinas Perkebunan Lampung, Desti Arisandi, Jumat (30/10/2026).
Hasilnya terbukti instan dan mencengangkan. Sejumlah tanaman tua yang disambung dengan klon lokal tersebut dilaporkan sudah berbuah lebat hanya dalam waktu dua tahun—jauh lebih cepat dibanding siklus tanam konvensional.
Langkah ini bukan sekadar urusan mendongkrak tonase panen, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap hak intelektual petani.
"Harapan kami ke depan, klon-klon unggul ini bisa resmi melewati tahapan pelepasan varietas. Ini penghargaan nyata atas kerja keras petani, sekaligus memperkaya variasi robusta unggulan Lampung," tambah Desti.
Langkah agresif Pemprov Lampung ini menjadi krusial di tengah tren positif sektor perkebunan emas hitam tersebut. Berdasarkan data Dinas Perkebunan, produksi kopi robusta Lampung melonjak signifikan pada 2025, menembus angka 127.578 ton, naik dari capaian tahun 2024 yang tercatat 120.377 ton.
Baca Juga: Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
Dari total 152.527 hektare areal tanam kopi di Lampung saat ini, sekitar 6.814 hektare teridentifikasi sebagai tanaman rusak atau tua.
Keberhasilan rekayasa klon lokal di Hanakau ini digadang-gadang bakal menjadi cetak biru (blueprint) untuk meremajakan ribuan hektare kebun kopi lainnya di Sai Bumi Ruwa Jurai. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu