Wakos Reza Gautama
Senin, 17 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Polsek Talang Padang Polres Tanggamus merespons cepat perkara dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan eks anggota DPRD Tanggamus. [Dok Humas Polres Tanggamus]
Baca 10 detik
  • Polsek Talang Padang mengklarifikasi bahwa terlapor penganiayaan berinisial AM adalah mantan anggota DPRD Tanggamus periode 2014-2019.
  • AM diduga menganiaya LAS di BBY Gym pada Kamis, 13 Agustus 2026, akibat kesalahpahaman uang operasional Rp10.000.
  • Korban melaporkan insiden tersebut ke polisi, dan pihak kepolisian kini sedang memproses kasus secara hukum.

SuaraLampung.id - Jagat maya, mulai dari TikTok, Facebook, hingga Instagram, mendadak riuh oleh sebuah video amatir yang memicu gelombang kemarahan publik.

Narasi "Ada apa ini, katanya anggota dewan" tertulis tebal, menyertai rekaman dugaan penganiayaan di sebuah pusat kebugaran di Talang Padang, Tanggamus.

Menjawab kegaduhan digital tersebut, Polsek Talang Padang bergerak cepat. Satu fakta penting langsung diklarifikasi untuk meluruskan asumsi liar netizen. Sosok pria berinisial AM yang terekam dalam video tersebut bukanlah anggota DPRD aktif.

"Terlapor AM adalah mantan anggota DPRD Tanggamus periode 2014–2019. Kami sampaikan ini untuk meluruskan narasi yang berkembang luas di media sosial," tegas Kapolsek Talang Padang Iptu Harunur Rasyid, Minggu (16/8/2026).

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (13/8/2026) malam itu bermula dari hal sepele uang sepuluh ribu rupiah. Malam itu, LAS (24), seorang perempuan warga Dusun Peneongan, datang ke BBY Gym bersama adiknya untuk berolahraga.

Saat hendak pulang, ia berpamitan kepada instruktur gym karena AM, sang pengelola sekaligus mantan legislator itu, sedang tidak ada di lokasi.

Namun, saat LAS sedang mampir ke sebuah minimarket, sebuah pesan singkat dari sang instruktur mampir ke ponselnya.

Isinya mengejutkan. AM dikabarkan naik pitam karena LAS dituding pergi tanpa pamit dan belum membayar biaya operasional gym sebesar Rp10.000.

Berniat baik untuk melunasi kewajibannya, LAS pun memutar balik sepeda motornya menuju gym. Namun, bukan sambutan hangat atau tanda terima kasih yang ia dapatkan. Begitu motornya memasuki gerbang, AM sudah menunggunya dengan emosi yang meledak.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Tanggamus Viral, Ini Kata Kodam dan Kades

Dalam laporan resminya, LAS menceritakan momen horor tersebut. Tanpa banyak bicara, AM diduga langsung merangsek maju, mencekik leher LAS dengan kedua tangannya, melayangkan tamparan ke wajah, hingga mencakar mulut korban.

Semua aksi brutal itu terekam jelas oleh ponsel adik korban yang gemetar melihat kakaknya dianiaya. Tak terima dengan perlakuan tersebut, LAS yang mengalami luka fisik dan trauma langsung mendatangi Polsek Talang Padang malam itu juga.

Polisi menegaskan tidak akan main-main dalam menangani kasus yang telah menjadi atensi publik ini. Tim penyidik telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi termasuk instruktur gym, dan meminta hasil visum dari RS Panti Secanti Gisting.

"Kami menangani perkara ini sesuai SOP dan ketentuan hukum yang berlaku. Rekaman video dari saksi juga sudah kami amankan sebagai salah satu alat bukti kuat," ujar Iptu Harunur.

Load More