- Pemerintah meluncurkan proyek revitalisasi 140 SMA dan SMK di Lampung pada tahun 2026.
- Dinas Pendidikan Provinsi Lampung menargetkan seluruh perbaikan sekolah rusak parah tersebut selesai akhir 2026.
- Pengelolaan anggaran diberikan langsung kepada sekolah dengan pengawasan ketat dari Dinas Pendidikan setempat.
SuaraLampung.id - Atap bocor, dinding retak, hingga fasilitas laboratorium yang usang di ratusan sekolah di Lampung akan segera tersentuh perbaikan.
Tahun 2026 ini, pemerintah resmi meluncurkan proyek revitalisasi yang akan menyulap wajah 140 sekolah jenjang SMA dan SMK di seluruh pelosok Bumi Ruwa Jurai.
Bukan sekadar perbaikan kecil, langkah ini merupakan upaya restorasi besar-besaran yang mencakup sekolah negeri maupun swasta di 15 kabupaten/kota. Harapannya menciptakan ruang belajar yang lebih manusiawi dan menginspirasi bagi generasi muda Lampung.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa proyek ini dikejar waktu. Ia memberikan mandat tegas agar seluruh pengerjaan tuntas sebelum kalender 2026 berakhir.
"Tahun ini harus selesai. Setelah anggaran turun, harus segera tuntas. Tidak boleh melewati tahun anggaran," ujar Thomas, Sabtu (8/8/2026).
Bagaimana sekolah-sekolah ini dipilih? Ternyata bukan lewat jalur titipan. Thomas menjelaskan bahwa pemerintah pusat menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai kompas utama. Fokusnya pada sekolah dengan tingkat kerusakan di atas 70 persen menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
Revitalisasi ini pun bukan hanya soal memoles gedung utama. Program ini akan menyentuh seluruh sudut sekolah—mulai dari pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), laboratorium modern, ruang guru yang lebih nyaman, hingga hal paling mendasar namun krusial: perbaikan toilet siswa.
Ada pola menarik dalam pengelolaan proyek ini. Alih-alih dikerjakan pihak ketiga secara terpusat, pengelolaan anggaran diserahkan langsung kepada sekolah melalui kelompok kerja atau panitia pembangunan.
Namun, Thomas mengingatkan agar sekolah tidak main-main dengan kepercayaan tersebut. Dinas Pendidikan tetap memasang mata di setiap progres pembangunan. Monitoring ketat akan dilakukan sejak peletakan batu pertama hingga tahap penyelesaian akhir.
Baca Juga: Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026
"Saya sudah meminta jajaran untuk memonitor progresnya. Jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan, kami akan memberikan teguran keras," tegasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang
-
Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah
-
Diduga Rem Blong, Fuso Oranye 'Sapu' Antrean Kendaraan di Jalan Pramuka: Korban Dilarikan ke RS
-
Truk Ekspedisi Mundur Mendadak di Bandar Lampung: Hantam Pom Mini, Warung Kelontong Ludes Terbakar
-
Skandal Korupsi Masjid Agung Mesuji dan Kredit Fiktif Rp6,7 Miliar Dibongkar Polda Lampung