- Bank Indonesia Perwakilan Lampung menjaga kenaikan harga pangan bergejolak di bawah lima persen hingga akhir 2026.
- Lampung mencatatkan deflasi 0,49 persen pada Juli 2026 akibat penurunan harga bawang merah dan cabai dari panen raya.
- BI Lampung mengantisipasi ancaman puncak El Nino melalui Strategi 4K untuk mengendalikan inflasi dan menjaga pasokan pangan.
SuaraLampung.id - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung kini tengah memasang pagar pelindung agar harga bahan pokok tidak melompat liar, memastikan piring makan warga tetap terisi tanpa harus menguras kantong lebih dalam.
Fokusnya menjaga kenaikan harga kelompok pangan bergejolak (volatile food) agar tidak menembus angka lima persen hingga penghujung 2026.
"Ekonomi Lampung di triwulan II 2026 menunjukkan performa yang tangguh. Namun, kita harus tetap waspada terhadap risiko global," ujar Fiskara Indawan, Ekonom Senior BI Perwakilan Lampung, Jumat (7/8/2026).
Bagi BI, inflasi bukan sekadar angka di atas kertas. Ia adalah penentu tingkat kemiskinan dan daya beli rakyat. Itulah sebabnya, perhatian ekstra diberikan pada tiga komoditas keramat yang kerap membuat ibu rumah tangga pening yakni beras, aneka cabai, dan bawang merah.
Ketiga komoditas ini dipantau siang dan malam melalui kerja sama erat dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tujuannya memastikan pasokan tetap mengalir deras ke pasar-pasar tradisional hingga ritel modern.
Kabar baiknya, pada Juli 2026 lalu, Lampung mencatatkan deflasi sebesar 0,49 persen. Turunnya harga bawang merah dan cabai menjadi pahlawan di balik angka tersebut, berkat panen raya di sentra produksi seperti Brebes dan Kulon Progo yang menjaga stok tetap aman.
Namun, tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Musuh besar bernama El Nino diprediksi mencapai puncaknya pada akhir tahun.
Curah hujan yang rendah mengancam produktivitas lahan pertanian, yang jika dibiarkan, bisa memicu lonjakan harga pangan.
Menghadapi ancaman ini, BI Lampung tidak tinggal diam. Mereka menyiapkan Strategi 4K sebagai garis pertahanan:
Baca Juga: Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang
- Keterjangkauan Harga: Memastikan harga tetap masuk akal bagi warga.
- Ketersediaan Pasokan: Menjamin stok pangan tidak hilang dari peredaran.
- Kelancaran Distribusi: Memastikan jalur pangan dari sawah ke pasar tidak terhambat.
- Komunikasi Efektif: Mengelola ekspektasi masyarakat agar tidak terjadi panic buying.
"Kami tidak ingin harga naik melampaui batas maksimal. Penurunan harga di Juli kemarin adalah modal bagus yang harus kita jaga," tambah Fiskara. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang
-
Gara-gara Es Rp10 Ribu, Dua Sales di Bandar Lampung Nyaris Diamuk Massa
-
Lumbung Pangan yang Kian Tangguh: Menakar Otot Ekonomi Lampung di Tahun 2026
-
Bukan Begal! Viral Video Penangkapan di Bandar Lampung Ternyata Kasus Kotak Amal
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kepergok di Puncak Tower, Residivis Spesialis Kabel BTS Terjun ke Kebun Sebelum Dibekuk Polisi
-
Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes
-
Paradoks Listrik Lampung: Terancam Biarpet di Atas Harta Karun Panas Bumi 2,8 GW
-
Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor
-
Sejak SD Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, Remaja di Sungkai Barat Akhirnya Speak Up ke Polisi