- Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Provinsi Lampung pada tahun 2026 tumbuh solid antara 5,0 hingga 5,6 persen.
- Pertumbuhan tersebut didorong oleh hilirisasi industri pengolahan gula, jagung, serta dominasi 70 persen produksi singkong nasional.
- Sektor konstruksi turut mencatat pertumbuhan 6,57 persen melalui proyek strategis pemerintah serta pembangunan infrastruktur swasta.
SuaraLampung.id - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Provinsi Lampung justru menunjukkan tajinya. Bumi Ruwa Jurai diprediksi tidak sekadar bertahan, melainkan berlari kencang.
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Lampung pada 2026 bakal tumbuh solid di angka 5,0 hingga 5,6 persen.
Apa rahasia di balik optimisme ini? Jawabannya ada pada hilirisasi. Lampung bukan lagi sekadar pengirim bahan mentah.
Pada triwulan II 2026 saja, sektor industri pengolahan melesat 6,99 persen. Gula, jagung, dan tapioka menjadi aktor utamanya.
Musim tebang tebu yang dimulai sejak April 2026 serta panen raya jagung di bulan Mei menjadi bahan bakar utama pertumbuhan.
Satu fakta yang tak boleh diabaikan, Lampung kini menguasai 70 persen produksi singkong nasional. Dominasi ini memberikan daya tawar luar biasa bagi ekonomi daerah, terutama dengan ekspansi pengolahan tapioka yang kian masif.
"Kinerja ekonomi Lampung tetap solid, ditopang oleh permintaan domestik yang kuat serta permintaan eksternal yang terjaga," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto.
Tak hanya di ladang dan pabrik, wajah Lampung juga berubah lewat sektor konstruksi yang tumbuh 6,57 persen. Proyek strategis pemerintah dan swasta terus berjalan, termasuk ambisi mewujudkan Jalan Mantap dan rampungnya 631 unit Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Namun, BI menyadari bahwa pertumbuhan otot ekonomi ini harus dibarengi dengan kecerdasan strategi. Bimo membeberkan tiga jurus utama yang disiapkan:
Baca Juga: Bukan Begal! Viral Video Penangkapan di Bandar Lampung Ternyata Kasus Kotak Amal
- Penguatan Sektor Primer: Menjaga stabilitas harga melalui produktivitas pertanian dan rantai pasok yang efisien.
- Hilirisasi & Investasi: Mendorong UMKM naik kelas agar berorientasi ekspor dan mempromosikan proyek investasi potensial (IPRO).
- Akselerasi Digital: Mempercepat transaksi non-tunai di seluruh lini pemerintah daerah demi efisiensi dan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
Meski performa triwulan II 2026 tercatat impresif di angka 5,29 persen, BI tetap memberikan catatan penting. Ada risiko yang mengintai di balik cakrawala: ketidakpastian global, perubahan cuaca yang ekstrem, serta fluktuasi harga pangan dunia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bukan Begal! Viral Video Penangkapan di Bandar Lampung Ternyata Kasus Kotak Amal
-
Bui Bukan Lagi Jawaban Tunggal: Saat Sapu dan Cangkul Jadi Hukuman Baru di Lampung
-
Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar
-
Misi Satelit Lampung-1: Saat Mata AI di Luar Angkasa Kawal Ladang Singkong
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Truk Ekspedisi Mundur Mendadak di Bandar Lampung: Hantam Pom Mini, Warung Kelontong Ludes Terbakar
-
Skandal Korupsi Masjid Agung Mesuji dan Kredit Fiktif Rp6,7 Miliar Dibongkar Polda Lampung
-
139 SPPG Bandar Lampung Lolos Uji Sanitasi Ketat, Ribuan Juru Masak Disertifikasi Khusus
-
Dirawat Sejak Masih Telur, Buaya Peliharaan di Panjang Dievakuasi karena Bikin Tetangga Waswas
-
Geger Tapir Masuk Kebun Sawit di Mesuji, Mantan Bupati Khamamik Turun Gunung Evakuasi