- Pemerintah Provinsi Lampung dan DPRD menyepakati belanja daerah APBD 2026 sebesar Rp7,99 triliun pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
- Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyatakan anggaran tersebut difokuskan untuk mencapai target makro pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
- Target pembangunan mencakup IPM 74,00-74,40, penurunan kemiskinan menjadi 8,90-9,65 persen, serta kemantapan jalan 83,55-85,70 persen.
SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi Lampung bersama DPRD menyepakati bahan bakar utama pembangunan daerah untuk tahun 2026. Angka belanja daerah pun dipatok di angka Rp7,99 triliun.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2026 ini adalah bukti sinergi yang matang antara eksekutif dan legislatif.
"Ini adalah komitmen bersama untuk menjalankan fungsi penganggaran yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat," ujarnya, Sabtu (8/8/2026).
Di balik total belanja Rp7,99 triliun tersebut, tersimpan serangkaian target makro yang ambisius. Pemerintah Provinsi Lampung tidak ingin hanya sekadar belanja, tapi ingin memastikan setiap rupiah berdampak pada kualitas hidup warga.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dipatok pada level 74,00 hingga 74,40 poin.
Sejalan dengan itu, angka kemiskinan ditargetkan melandai ke angka satu digit, yakni di kisaran 8,90 hingga 9,65 persen.
Bagi warga yang sering mengeluhkan kondisi infrastruktur, ada kabar baik. Pemerintah menargetkan tingkat kemantapan jalan di seluruh provinsi mencapai 83,55 hingga 85,70 persen. Target ini menjadi angin segar bagi kelancaran distribusi logistik dan mobilitas warga.
Lampung tampaknya ingin membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa berjalan beriringan dengan kelestarian alam. Di saat target pertumbuhan ekonomi dipacu di angka 5,30-5,80 persen, Pemprov Lampung juga memasukkan variabel lingkungan yang sangat berani yakni penurunan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 62 hingga 64 persen.
Untuk menopang semua rencana besar itu, struktur pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp6,99 triliun, dengan sisa kebutuhan ditutup melalui skema penerimaan pembiayaan daerah.
Baca Juga: Sandiwara Begal Sadis Way Pengubuan Berakhir di Jeruji Besi
"Kami mengarahkan setiap kebijakan pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan ekonomi daerah," tegas Jihan Nurlela.
Langkah selanjutnya adalah pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD 2026. Jihan berharap proses pembahasan berlangsung konstruktif agar program-program pembangunan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa hambatan birokrasi. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang
-
Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah
-
Diduga Rem Blong, Fuso Oranye 'Sapu' Antrean Kendaraan di Jalan Pramuka: Korban Dilarikan ke RS
-
Truk Ekspedisi Mundur Mendadak di Bandar Lampung: Hantam Pom Mini, Warung Kelontong Ludes Terbakar
-
Skandal Korupsi Masjid Agung Mesuji dan Kredit Fiktif Rp6,7 Miliar Dibongkar Polda Lampung