- Tim URC Satreskrim Polres Pesisir Barat menangkap pria berinisial S di mobil travel pada 6 Agustus 2026 dini hari.
- Tersangka S diduga melakukan kekerasan seksual disertai ancaman maut terhadap korban remaja perempuan berusia 15 tahun berinisial LR.
- Polisi mengamankan barang bukti pakaian korban dan hasil visum untuk menjerat tersangka dengan ancaman hukuman berat.
SuaraLampung.id - Pelarian pria berinisial S (23) akhirnya menemui titik buntu. Setelah enam bulan dihantui dosa atas perbuatannya, warga Ngambur ini tak berkutik saat Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pesisir Barat menyergapnya di dalam sebuah mobil travel, Kamis (6/8/2026) dini hari.
Penangkapan yang dipimpin oleh Aiptu M Darwin sekitar pukul 01.00 WIB itu mengakhiri penantian panjang keluarga korban untuk mendapatkan keadilan.
S diduga kuat merupakan pelaku kekerasan seksual terhadap LR, seorang remaja perempuan yang baru menginjak usia 15 tahun.
Malam kelam itu terjadi pada 2 Februari 2026. Dengan tipu muslihat, S mengajak LR ke sebuah rumah temannya di wilayah Kecamatan Ngambur.
Sesampainya di sana, LR diminta untuk memasak di dapur. Begitu LR selesai memasak, S langsung menunjukkan tabiat aslinya.
Korban dibekap, didorong, hingga dibanting sebelum akhirnya mengalami kekerasan seksual. Tak berhenti di situ, predator ini melontarkan ancaman maut agar LR menutup rapat mulutnya dari siapa pun.
Luka fisik dan trauma mendalam membuat LR sempat terdiam, hingga akhirnya keberanian itu muncul. Kasus ini resmi dilaporkan ke polisi pada 26 April 2026 oleh Ruswansyah, setelah LR menceritakan tragedi yang menimpanya.
Polisi tidak tinggal diam. Tim URC Satreskrim Polres Pesisir Barat terus mengendus keberadaan S yang sempat menghilang.
Titik terang muncul saat petugas mendapatkan informasi bahwa S tengah berada di dalam sebuah mobil travel yang melintas di wilayah Pekon Suka Negara.
Baca Juga: Pria Sumsel Tega Cabuli Anak Bawah Umur di Lampung Utara, Foto Polos Jadi Senjata Teror
Tanpa membuang waktu, tim bergerak memutus jalur pelarian sang predator. Di bawah temaram lampu jalanan pada pukul satu pagi, S akhirnya diringkus tanpa perlawanan berarti.
Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian serta hasil Visum et Repertum yang memperkuat dugaan kekerasan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Pesisir Barat Iptu Meidy Hariyanto, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan seksual di wilayah hukumnya. S kini terancam jeratan berlapis, mulai dari Undang-Undang TPKS hingga KUHP baru dengan ancaman hukuman berat.
"Kami menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan tuntas. Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika mengetahui tindakan serupa. Perlindungan korban adalah prioritas kami," tegas Meidy.
Berita Terkait
-
Pria Sumsel Tega Cabuli Anak Bawah Umur di Lampung Utara, Foto Polos Jadi Senjata Teror
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Bukan Destinasi Wisata! Pesona Mematikan Gunung Anak Krakatau yang Terlarang Bagi Wisatawan
-
Tiga Hari Hilang Tanpa Jejak, Gadis 14 Tahun di Lampung Tengah Ditemukan di Rumah Kontrakan
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Skandal Korupsi Masjid Agung Mesuji dan Kredit Fiktif Rp6,7 Miliar Dibongkar Polda Lampung
-
139 SPPG Bandar Lampung Lolos Uji Sanitasi Ketat, Ribuan Juru Masak Disertifikasi Khusus
-
Dirawat Sejak Masih Telur, Buaya Peliharaan di Panjang Dievakuasi karena Bikin Tetangga Waswas
-
Geger Tapir Masuk Kebun Sawit di Mesuji, Mantan Bupati Khamamik Turun Gunung Evakuasi
-
Serunya Seharian di Blok M Hub Bareng BRIZZI ARKIV, Kulineran hingga Berburu Hadiah