- Disnaker Provinsi Lampung mempercepat penyerapan tenaga kerja melalui pelatihan vokasi di 33 titik yang tersebar pada 13 kabupaten/kota.
- Program ini fokus pada pelatihan pengelasan guna memenuhi tingginya permintaan tenaga teknisi profesional di sektor industri dan konstruksi.
- Pemerintah mengoptimalkan empat Balai Latihan Kerja unggulan sebagai pusat inkubasi keterampilan praktis berbasis kompetensi sesuai standar industri.
SuaraLampung.id - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung kini tengah gencar melakukan percepatan penyerapan tenaga kerja produktif melalui jalur vokasi.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 33 titik pelatihan kini disebar di 13 kabupaten/kota di seluruh Provinsi Lampung. Tujuannya untuk mengubah angkatan kerja muda menjadi tenaga ahli yang siap langsung diterjunkan ke lapangan.
Salah satu ujung tombak dari program yang didanai melalui APBD ini adalah pelatihan pengelasan (welding). Sektor ini dipilih karena kebutuhan teknisi las profesional di dunia konstruksi dan industri manufaktur saat ini tengah melonjak tinggi.
"Kami terus mendorong percepatan realisasi anggaran yang berkorelasi langsung dengan penyerapan tenaga kerja produktif di daerah," ujar Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu, Sabtu (20/6/2026).
Strategi yang dijalankan Disnaker Lampung merupakan perpaduan apik antara dana daerah (APBD) dan pusat (APBN). Jika APBD difokuskan pada perluasan titik pelatihan di daerah, anggaran APBN dialokasikan untuk memperkuat pelatihan berbasis kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Artinya, kurikulum pelatihan tidak disusun sembarangan. Setiap peserta ditempa agar memiliki keterampilan yang memang sedang dicari oleh perusahaan-perusahaan besar.
Untuk menyukseskan misi ini, Pemprov Lampung mengoptimalkan peran empat Balai Latihan Kerja (BLK) unggulan yang berada di bawah kewenangan mereka, yakni BLK Bandar Lampung, BLK Kalianda, BLK Way Abung (Lampung Utara) dan BLK Metro.
Keempat BLK ini menjadi pusat inkubasi bagi para peserta untuk mengasah keahlian di berbagai kejuruan. Di sana, mereka tidak hanya diajarkan teori, tetapi lebih banyak menghabiskan waktu dengan praktik langsung menggunakan standar industri.
"Bentuk kegiatannya melalui pelatihan dengan beberapa kejuruan yang dimiliki masing-masing balai. Ini yang kami manfaatkan agar tenaga kerja kita memiliki daya saing tinggi," tambah Agus. (ANTARA)
Baca Juga: Seni, Lari, dan Kuliner: Wajah Baru Pariwisata Lampung dengan Putaran Uang Rp53 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029
-
Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun
-
Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau
-
Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu
-
Tiga Kali Mangkir Berujung Borgol: Sekda Lampung Tengah Ditahan Polda Lampung Usai Diperiksa 9 Jam