- Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat promosi wisata dan industri kreatif melalui penyelenggaraan beragam festival seni serta ajang olahraga nasional.
- Strategi tersebut berhasil meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan menjadi 24,7 juta orang sepanjang tahun 2025 dengan kenaikan 53,50 persen.
- Pertumbuhan sektor pariwisata menghasilkan perputaran ekonomi sebesar Rp53,11 triliun yang memberikan dampak positif bagi lebih dari 3.000 UMKM lokal.
SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi Lampung kini tak sekadar menjual pemandangan alam sebagai daya tarik untuk wisatawan, tapi menjual pengalaman lewat industri kreatif.
Strategi yang diusung yakni memperbanyak event untuk menciptakan alasan bagi orang luar untuk datang. Dari festival seni yang menampilkan kekayaan tradisi lokal hingga ajang olahraga berskala nasional, semuanya dirancang untuk memutar roda ekonomi.
"Kami terus memperkuat promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Jumat (19/6/2026).
Tak hanya soal panggung hiburan, Sport Tourism atau wisata olahraga juga menjadi kartu as. Lomba lari yang diikuti pelari dari berbagai penjuru daerah terbukti ampuh.
"Para peserta biasanya tidak datang sendirian. Mereka membawa pendamping dan memanfaatkan momen itu untuk berwisata. Efeknya luar biasa bagi okupansi hotel dan sektor kuliner," tambahnya.
Hasil dari kerja keras ini bukan sekadar klaim di atas kertas. Data menunjukkan lompatan raksasa pada tahun 2025. Jumlah kunjungan wisatawan meroket hingga 24,7 juta orang, kenaikan fantastis sebesar 53,50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Yang lebih mengesankan adalah dampak finansialnya. Perputaran ekonomi dari sektor ini mencapai angka Rp53,11 triliun.
Dengan rata-rata pengeluaran Rp2,15 juta per wisatawan, uang tersebut mengalir langsung ke urat nadi ekonomi masyarakat bawah.
Kesuksesan ini terasa nyata di dapur-dapur pengusaha lokal. Tercatat lebih dari 3.000 UMKM yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan, hingga transportasi merasakan dampak positifnya.
Baca Juga: Sopir Truk Asal Balam Pura-Pura Dirampok Saat Tidur, Ternyata Uang Jalan Ludes di Meja Judol
Peningkatan aktivitas usaha ini membuktikan bahwa pariwisata adalah instrumen paling efektif untuk pemerataan ekonomi.
"Efek berganda (multiplier effect) dari setiap event adalah kunci. Kami optimistis, dengan kolaborasi antara seni, budaya, dan olahraga, sektor ekonomi kreatif Lampung akan semakin berkembang pesat," pungkas Jihan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Sopir Truk Asal Balam Pura-Pura Dirampok Saat Tidur, Ternyata Uang Jalan Ludes di Meja Judol
-
7 Jam Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung Terkair Alur Dana PT LEB
-
Karier di Ujung Tanduk: Skandal Honorer Fiktif Menjerat Sekda Lampung Tengah
-
Nasib Jurnalis di Lampung: Gaji Dicicil, BPJS Nunggak, LBH Siap Seret Perusahaan ke Pidana
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Miris! Anak di Way Kanan Dicabuli Selama Enam Tahun
-
Seni, Lari, dan Kuliner: Wajah Baru Pariwisata Lampung dengan Putaran Uang Rp53 Triliun
-
Sopir Truk Asal Balam Pura-Pura Dirampok Saat Tidur, Ternyata Uang Jalan Ludes di Meja Judol
-
7 Jam Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung Terkair Alur Dana PT LEB
-
Karier di Ujung Tanduk: Skandal Honorer Fiktif Menjerat Sekda Lampung Tengah