- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak wilayah Sumbagsel mengurangi ketergantungan anggaran pusat melalui inovasi pembiayaan obligasi dan sukuk daerah.
- Penerapan instrumen keuangan pasar modal ini ditujukan untuk membiayai proyek strategis guna memperkuat struktur ekonomi pembangunan daerah secara mandiri.
- Keberhasilan skema ini menuntut profesionalisme tata kelola, kesiapan regulasi, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem pembiayaan yang berkelanjutan.
SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi Lampung berencana menerapkan sejumlah langkah untuk mengurangi ketergantungan anggaran dari pusat. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan masa depan pembangunan tidak boleh lagi hanya bergantung pada belas kasihan anggaran rutin dari pusat.
Ia mengajak seluruh wilayah di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), mulai dari Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, hingga Lampung, untuk berani "lepas sambung" dari ketergantungan finansial klasik.
"Kita butuh keberanian untuk berinovasi," tegas Rahmat Mirzani dengan nada optimis. Senjatanya? Obligasi dan Sukuk Daerah.
Dua instrumen keuangan ini ia tawarkan bukan sekadar sebagai alternatif, melainkan sebagai solusi strategis untuk memperkuat struktur pembiayaan pembangunan.
Melalui skema ini, daerah tidak lagi hanya menjadi penonton atau pemberi izin lahan, tetapi aktor utama yang mampu mengelola modal produktif secara mandiri.
Mirza menekankan bahwa pembiayaan melalui pasar modal ini akan dialokasikan untuk proyek-proyek strategis yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
"Kita berbicara tentang bagaimana daerah harus lebih berani berpikir maju. Obligasi dan sukuk akan menjadi solusi produktif untuk mempercepat pembangunan sektor-sektor kunci," jelasnya.
Namun, ia sadar bahwa menerbitkan surat utang daerah bukan perkara membalikkan telapak tangan. Ada "harga" yang harus dibayar berupa profesionalisme.
Ia menggarisbawahi pentingnya kesiapan regulasi, kapasitas SDM yang mumpuni, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Baca Juga: Gagal Nyebrang ke Jawa! Dua Maling Motor Lampung Timur Diciduk Polisi di Pelabuhan Bakauheni
Visi besar ini tentu membutuhkan "orkestra" yang harmonis. Sang Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akademisi, hingga para investor, untuk bersinergi.
Ia bermimpi Lampung bisa menjadi pilot project atau daerah percontohan nasional dalam pengelolaan keuangan daerah yang sehat dan modern.
"Saya percaya, jika kolaborasi ini berjalan baik, Lampung akan menjadi daerah yang lebih kompetitif. Kita ingin menciptakan ekosistem pembiayaan yang transparan dan berkelanjutan," tambahnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Gagal Nyebrang ke Jawa! Dua Maling Motor Lampung Timur Diciduk Polisi di Pelabuhan Bakauheni
-
Modal Congkel Rolling Door, Pria di Lampung Tengah Gasak Ninja dan KLX Rp70 Juta dari Diler
-
Remaja Lampung Timur Tega Gasak Motor Teman Sendiri Saat Menginap di Bandar Lampung
-
Puluhan Sopir Logistik Terjebak di Tengah Laut Lampung Selatan Tanpa Kepastian
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kecanduan Judol dan Pesta Narkoba, Pemuda di Lampung Tengah Nekat Kuras Rumah Kosong
-
Berawal dari Pesta Miras, Siswi SMA di Bandar Lampung 5 Kali Dicabuli Kenalan Baru
-
Pelajar Tewas Digulung Ombak Pantai Teba Tanggamus
-
Petaka Liburan di Pantai Labuhan: 2 Remaja Tewas Digulung Keganasan Ombak
-
Dobrak Keterbatasan Anggaran, Mirza Ingin Terapkan Sukuk dan Obligasi Daerah