- Dua remaja bernama Zharif Nibras dan Yeriko Sagala tewas terseret arus laut di Pantai Labuhan, Lampung Selatan, Minggu (17/5/2026).
- Peristiwa bermula saat rombongan delapan remaja bermain air, namun ombak besar tiba-tiba menggulung dan menarik mereka ke tengah laut.
- Tim SAR menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia satu jam setelah pencarian dan mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Sidomulyo.
SuaraLampung.id - Petaka terjadi Minggu (17/5/2026) sore di Pantai Labuhan di Desa Suak, Sidomulyo, Lampung Selatan. Dua remaja tewas terseret arus.
Zharif Nibras Bacusta (20) dan Yeriko Sagala (19), dua remaja yang datang dengan semangat liburan, tak pernah menyangka bahwa gulungan ombak sore itu akan menjadi pelukan terakhir mereka dengan dunia.
Kejadian bermula saat rombongan delapan remaja ini asyik bermain air. Mereka berada sekitar 50 meter dari bibir pantai, jarak yang terasa aman bagi para pelancong. Namun, laut yang dikenal tak terduga menunjukkan keganasannya.
Tanpa peringatan, sebuah ombak raksasa datang menggulung. Dalam hitungan detik, tubuh para remaja itu tercerai-berai dihantam arus kuat yang menarik mereka ke tengah laut.
Enam orang berjuang melawan maut. Ari Setiawan dan Aris Satrio beruntung. Mereka berhasil ditarik kembali ke daratan oleh rekan-rekannya. Namun, Zharif dan Yeriko lenyap ditelan buih putih yang gelap.
Kabar duka itu sampai ke telinga Tim Pos SAR Bakauheni sekitar pukul 18.15 WIB. Tanpa membuang waktu, tim rescue di bawah komando Rezie Kuswara langsung menerjang lokasi. Namun, alam seolah tak memberi restu.
"Kondisi ombak saat kejadian cukup besar. Itu tantangan terbesar yang menyulitkan proses pencarian dan pertolongan," kata Rezie, Senin (18/5/2026).
Di tengah deburan ombak yang masih menderu dan sisa-sisa cahaya senja yang menghilang, tim SAR menyisir permukaan air. Setiap menit terasa sangat berharga bagi keluarga yang menunggu dengan hati yang hancur di bibir pantai.
Setelah satu jam pencarian yang menegangkan, titik terang akhirnya muncul pada pukul 19.20 WIB. Di tengah kegelapan laut, petugas melihat sesuatu yang mengambang.
Baca Juga: Puluhan Sopir Logistik Terjebak di Tengah Laut Lampung Selatan Tanpa Kepastian
Kedua korban ditemukan hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi awal mereka terseret. Namun sudah terlambat untuk menyelamatkan nyawa mereka.
Tubuh Zharif dan Yeriko yang sudah tak bernyawa segera dievakuasi ke Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo. Jenazah keduanya diserahterimakan untuk dibawa pulang ke Lampung Selatan dan Lampung Utara.
"Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi kami tutup," ujar Rezie.
Berita Terkait
-
Puluhan Sopir Logistik Terjebak di Tengah Laut Lampung Selatan Tanpa Kepastian
-
Curhat Pilu Bocah Kelas 4 SD di Lampung: Dicabuli Ayah Kandung Saat Ibu Mengadu Nasib di Taiwan
-
Pencarian Nelayan Pandeglang yang Hilang di Perairan Kalianda Dihentikan
-
Damkarmat Lamsel Berhasil Luluhkan Hati Gadis Bengkulu yang Nyaris Kabur ke Jakarta
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan dengan Luka Bekas Lindasan Ban di Bypass Bandar Lampung
-
Nyawa Balas Nyawa: Hukum Rimba di Register 45 Mesuji Telan 2 Korban Jiwa
-
Tiga Pelajar di Tanggamus Nekat Jambret iPhone 17 Pro Max Senilai Rp26 Juta
-
Dua Pelayan Resto di Lampung Tumbalkan Motor Bos demi Modal Judol
-
Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi