- Dinas Perhubungan Lampung mengevaluasi penumpukan pemudik buruh pabrik asal Jabodetabek di Pelabuhan Bakauheni yang terjadi pada Maret 2026.
- Pemerintah mendorong perusahaan menyediakan bus mudik gratis guna meminimalisir kesulitan akses transportasi lanjutan bagi pemudik pejalan kaki.
- Penerapan kebijakan cuti fleksibel dan Work From Anywhere diusulkan tahun 2027 untuk mencegah penumpukan penumpang melalui distribusi arus.
SuaraLampung.id - Evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 baru saja dimulai, namun mata Pemerintah Provinsi Lampung sudah tertuju jauh ke depan.
Salah satu poin krusial yang menjadi catatan merah adalah gelombang pemudik dari sektor pekerja pabrik di kawasan Jabodetabek yang kerap "menumpuk" di waktu bersamaan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menegaskan bahwa pola kepulangan ribuan karyawan pabrik menuju Pulau Sumatera harus diantisipasi lebih matang pada musim mudik 2027 mendatang.
Belajar dari pengalaman Maret 2026, keterlambatan jadwal libur buruh menjadi salah satu pemicu utama kepadatan di Pelabuhan Bakauheni.
Bambang mencatat, penumpukan signifikan terjadi di Pelabuhan Bakauheni karena sebagian besar karyawan pabrik baru mendapatkan izin libur pada 18 Maret. Akibatnya, ribuan orang tumpah ruah secara bersamaan dalam satu gelombang besar.
"Ternyata kontribusi pekerja pabrik dari Jabodetabek sebagai pemudik ini sangat besar dan perlu kita antisipasi ke depan. Kami butuh koordinasi lebih awal terkait jadwal libur mereka agar kami di pelabuhan jauh lebih siap," ujar Bambang, Kamis (2/4/2026).
Satu hal yang menjadi perhatian khusus Dishub adalah karakteristik para pekerja ini yang mayoritas adalah pemudik pejalan kaki.
Setelah turun dari kapal, mereka masih harus berjuang mencari bus dan angkutan lanjutan, yang seringkali merepotkan dan memicu kesemrawutan di simpul transportasi.
Menyikapi hal tersebut, Bambang melontarkan solusi konkret. Ia mendorong agar perusahaan-perusahaan besar di Jabodetabek tidak hanya melepas karyawannya begitu saja, tetapi juga memfasilitasi mudik gratis menggunakan bus khusus yang langsung mengantar hingga ke titik tujuan atau minimal terminal utama.
Baca Juga: Rekor 1 Juta Kendaraan: Rahasia di Balik 'Zero Fatality' Tol Bakter Selama Mudik Lebaran 2026
"Kami menyarankan agar pabrik-pabrik memfasilitasi mudik gratis dengan bus. Ini jauh lebih nyaman bagi mereka karena tidak perlu sambung-menyambung kendaraan, yang jujur saja, cukup merepotkan bagi pemudik pejalan kaki," ucapnya.
Selain fasilitas bus gratis, Dishub Lampung juga berharap pemerintah pusat tetap mempertahankan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan pengaturan cuti bersama yang lebih fleksibel pada 2027. Kebijakan ini dinilai efektif sebagai instrumen "pemecah ombak" arus mudik.
"Dengan libur yang lebih panjang dan kebijakan WFA, pemudik dan pemilir bisa terdistribusi menjadi beberapa gelombang perjalanan. Ini sangat membantu kami mencegah terjadinya penumpukan di simpul-simpul transportasi utama, terutama di Lampung," pungkas Bambang. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Rekor 1 Juta Kendaraan: Rahasia di Balik 'Zero Fatality' Tol Bakter Selama Mudik Lebaran 2026
-
Dishub Lampung Urai Antrean Truk di Pelabuhan Bakauheni: Sulap Rest Area Tol Jadi Benteng Penahan
-
7 Fakta Kemacetan Parah di Bakauheni, Truk Antre Panjang Lumpuhkan Jalinsum hingga Tol
-
Hingga Malam Ini, 1,1 Juta Pemudik Padati Bakauheni, Kendaraan Ikut Melonjak
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Dobrak Keterbatasan Anggaran, Mirza Ingin Terapkan Sukuk dan Obligasi Daerah
-
Dapat Beasiswa Malah Bikin Onar, 3 Pelajar Sudan di Pringsewu Diciduk Imigrasi Bandar Lampung
-
Gagal Nyebrang ke Jawa! Dua Maling Motor Lampung Timur Diciduk Polisi di Pelabuhan Bakauheni
-
Modal Congkel Rolling Door, Pria di Lampung Tengah Gasak Ninja dan KLX Rp70 Juta dari Diler
-
Remaja Lampung Timur Tega Gasak Motor Teman Sendiri Saat Menginap di Bandar Lampung