Wakos Reza Gautama
Jum'at, 03 April 2026 | 08:52 WIB
PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) dan PT Hakaaston (HKA) mencatat sebanyak 1.012.409 kendaraan pemudik yang melintas di ruas Tol Bakauheni Terbanggi Besar (Bakter) selama Angkutan Lebaran 2026 atau periode 11 Maret sampai dengan 31 Maret 2026. [ANTARA/HO-Tol Bakter]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 1.012.409 kendaraan melintasi Tol Bakauheni Terbanggi Besar selama periode arus mudik 11 hingga 31 Maret 2026.
  • Volume kendaraan tersebut meningkat 78 persen dibandingkan hari biasa dan naik satu persen dari catatan tahun sebelumnya.
  • Pengelola melaporkan operasional berjalan sukses dengan capaian nihil kecelakaan fatal serta tanpa gangguan keamanan selama periode tersebut.

SuaraLampung.id - Gelombang pemudik yang melintasi "pintu gerbang" Pulau Sumatera mencatatkan sejarah baru. Sepanjang periode Angkutan Lebaran 2026, PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) dan PT Hakaaston (HKA) mencatat lebih dari satu juta unit kendaraan melintasi aspal Tol Bakauheni Terbanggi Besar (Bakter).

Tepatnya, sebanyak 1.012.409 kendaraan terpantau melaju di ruas tol sepanjang periode 11 hingga 31 Maret 2026. Angka fantastis ini menunjukkan lonjakan arus lalu lintas hingga 78 persen dibandingkan hari biasa, serta naik tipis satu persen jika disandingkan dengan catatan arus mudik tahun sebelumnya.

Di balik angka-angka masif tersebut, ada satu prestasi yang jauh lebih berharga yakni keselamatan. Di tengah kepadatan yang luar biasa, pengelola Tol Bakter melaporkan tidak adanya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa (zero fatality), nol kasus kriminalitas, serta nihil gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Direktur Utama BTB Toll, I Wayan Mandia, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari "orkestrasi" sinergisitas yang matang.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak—mulai dari Kepolisian, TNI, Dishub, hingga petugas kesehatan—terutama para pemudik yang telah mematuhi aturan dan imbauan petugas,” ujar Wayan, Jumat (3/4/2026).

Kesuksesan ini tidak datang secara kebetulan. Sejak hari pertama periode angkutan lebaran, tim Layanan Jalan Tol (LJT) telah disiagakan 24 jam penuh untuk membantu pemudik yang mengalami kendala teknis.

Di setiap gerbang tol yang berpotensi padat, personel tambahan dikerahkan untuk memastikan antrean tidak mengular panjang.

Tak hanya fisik, pendekatan persuasif dan edukasi juga menjadi kunci. Pengguna jalan secara konstan "ditemani" oleh pesan-pesan keselamatan melalui Variable Message Sign (VMS), kampanye masif di media sosial, hingga suara petugas melalui pengeras suara (public address) yang tersebar di setiap gerbang tol dan rest area.

Peningkatan volume kendaraan yang mencapai satu juta lebih ini membuktikan bahwa Tol Bakter tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menyambung rindu ke kampung halaman di Sumatera. (ANTARA)

Baca Juga: Hingga Malam Ini, 1,1 Juta Pemudik Padati Bakauheni, Kendaraan Ikut Melonjak

Load More