- Pemprov Lampung mengantisipasi arus balik Lebaran 2026 dengan menyiapkan Pelabuhan Panjang sebagai opsi darurat.
- Pelabuhan Panjang akan difungsikan hanya saat pelabuhan utama lainnya mengalami kepadatan tidak terkendali.
- Dishub Lampung juga menerapkan sistem "tiba bongkar muat" untuk mempercepat waktu penyeberangan kapal di pelabuhan utama.
SuaraLampung.id - Bayangan antrean panjang dan penumpukan kendaraan di pelabuhan penyeberangan saat arus balik Lebaran 2026 mulai diantisipasi serius. Pemerintah Provinsi Lampung bahkan telah menyiapkan satu langkah darurat: mengoperasikan Pelabuhan Panjang sebagai “katup pengaman” jika kondisi di lapangan tak lagi terkendali.
Namun, pelabuhan ini tidak akan langsung dibuka. Hanya dalam situasi genting—ketika pelabuhan lain benar-benar penuh, Pelabuhan Panjang akan difungsikan.
“Pelabuhan Panjang ini operasionalnya saat darurat saja, saat pelabuhan lain memang penuh tidak terkendali,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, di Bandarlampung, Rabu.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa potensi lonjakan arus balik tahun ini tidak bisa dianggap biasa.
Saat ini, Pelabuhan Panjang masih difokuskan untuk melayani penyeberangan kendaraan logistik menggunakan kapal ro-ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP).
Namun di balik itu, tersimpan skenario darurat yang siap dijalankan kapan saja.
Jika terjadi lonjakan ekstrem, kapal yang ada bisa langsung dioptimalkan untuk mengangkut kendaraan dalam jumlah besar. Kapasitasnya pun tidak kecil—sekitar 200 unit truk, atau bahkan bisa mencapai 300 unit jika diisi kendaraan campuran roda dua dan roda empat.
Artinya, ketika pelabuhan lain tak lagi mampu menampung arus kendaraan, Pelabuhan Panjang bisa menjadi solusi cepat untuk mengurai kemacetan.
Meski disiapkan sebagai cadangan, pemerintah menegaskan bahwa saat ini seluruh upaya masih difokuskan pada pelabuhan utama yang sudah beroperasi sejak arus mudik.
Baca Juga: Ratusan Sapi di Lampung Timur Diduga Terjangkit PMK, Puluhan Mati
Pelabuhan Bakauheni, BBJ, Wika Beton, hingga SMA masih menjadi tulang punggung layanan penyeberangan. Semua kapasitas dioptimalkan semaksimal mungkin agar arus balik tetap terkendali.
“Kalau masih mencukupi, kita maksimalkan pelabuhan yang ada dulu. Namun bila tidak, baru Pelabuhan Panjang dioperasionalkan,” jelas Bambang.
Tak hanya menyiapkan pelabuhan cadangan, Dishub Lampung juga menerapkan strategi khusus untuk mempercepat arus penyeberangan.
Pola yang digunakan adalah sistem “tiba bongkar muat”, di mana kapal yang datang langsung diisi penuh dan segera berangkat kembali tanpa jeda panjang.
Dengan pola ini, waktu tempuh perjalanan laut bisa dipangkas hingga dua jam, sekaligus meningkatkan frekuensi penyeberangan dalam waktu singkat.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ritme pergerakan kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik.
Tag
Berita Terkait
-
Arus Mudik Memuncak, 45 Kapal Menumpuk di Bakauheni dan Tak Bisa Langsung Sandar
-
Tidak Sekadar Mudik Gratis, BRI Siapkan Posko Lebaran 2026 dan Berangkatkan 12.352 Pemudik
-
Mudik Bukan Lagi Pilihan Utama? Banyak Keluarga Pilih Rayakan Lebaran dengan Staycation di Hotel
-
5 Fakta Kecelakaan Mobil Pemudik Asal Jakarta di Tol Lampung, Satu Penumpang Meninggal
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Lihat Mantan Istri Bareng Pria Lain, Lelaki di Bandar Lampung Nekat Hajar Korban Hingga Terkapar
-
Terjebak Siasat Licik Chat WhatsApp: Jerit Pilu Siswi Pesisir Barat di Balik Dinding Kos
-
Sempat Hilang, Pencari Ikan Ditemukan Meninggal di Sungai Rejosari Lampung Tengah
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Ibu Asal Way Kanan Kaget Lihat Video Pernikahan Anaknya di Bawah Umur, Gercep Lapor Polisi