- Video biduan dangdut berjoget saat peringatan Isra Miraj menyebar luas di media sosial sejak Jumat, 16 Januari 2026.
- Acara hiburan tersebut berlangsung di lokasi peringatan Isra Miraj desa, disaksikan oleh beberapa anak-anak.
- Ketua Panitia memastikan hiburan digelar setelah acara inti selesai, lalu meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.
SuaraLampung.id - Sebuah video yang memperlihatkan biduan dangdut berjoget di lokasi peringatan Isra Miraj mendadak viral dan menuai sorotan publik.
Tayangan tersebut memicu kritik karena dinilai tidak selaras dengan nuansa kegiatan keagamaan, apalagi terlihat pula kehadiran anak-anak.
Polemik pun bergulir hingga panitia akhirnya angkat bicara. Berikut 5 fakta pentingnya:
1. Video Beredar Luas dan Picu Pro-Kontra
Biduan berjoget itu beredar luas di media sosial sejak Jumat (16/1/2026). Dalam waktu singkat, tayangan tersebut menuai beragam reaksi mulai dari kritik tajam hingga pembelaan—karena dianggap kurang pantas ditampilkan dalam konteks acara religi.
2. Terjadi di Lokasi Peringatan Isra Miraj
Peristiwa itu terjadi di lokasi peringatan Isra Miraj yang digelar di tingkat desa. Karena direkam di area acara, banyak warganet mengira hiburan tersebut merupakan bagian dari rangkaian resmi peringatan Isra Miraj.
3. Anak-Anak Terlihat Menyaksikan
Salah satu aspek yang paling disorot publik adalah kehadiran anak-anak di sekitar panggung hiburan. Hal ini memicu perdebatan soal etika tontonan dan tanggung jawab penyelenggara dalam menjaga suasana acara keagamaan.
Baca Juga: Menelusuri Kebun Kopi Robusta di Lampung Barat, Dari Lereng hingga Secangkir Kopi Juara
4. Panitia Tegaskan Hiburan Digelar Setelah Acara Usai
Menanggapi polemik, Ketua Panitia Isra Miraj Desa Parangharjo, Hadiyanto, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa hiburan dangdut tersebut bukan bagian dari acara inti.
“Hiburan itu digelar setelah acara usai dan seluruh undangan serta kiai sudah tidak ada di tempat. Murni untuk menghibur panitia yang masih bersih-bersih,” ujar Hadiyanto, Sabtu (17/1/2026).
5. Panitia Minta Maaf dan Janji Evaluasi
Meski memberikan klarifikasi, panitia tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Mereka mengakui kurangnya antisipasi terhadap dokumentasi video yang kemudian beredar luas di media sosial dan berjanji akan lebih berhati-hati ke depan.
Kasus ini menunjukkan bagaimana konteks sebuah hiburan bisa berubah makna ketika tersebar di media sosial. Meski disebut digelar setelah acara selesai, publik berharap penyelenggaraan kegiatan keagamaan ke depan lebih sensitif terhadap norma dan persepsi masyarakat, agar tidak kembali memicu polemik serupa.
Berita Terkait
-
Heboh Video Warga Dimangsa Harimau di Tanggamus Ternyata Hoaks, Polisi Turun Tangan
-
Guru Ancam Cekik Murid Saat Upacara di Pesawaran: Terungkap Kondisi Kejiwaannya
-
Kejar & Ancam Sopir, Oknum Dishub Lampung Tengah Ternyata Honorer
-
Terungkap! Pelaku Penusukan Kondektur Damri di Bandar Lampung Ternyata Pengusaha
-
Kesaksian Bripka Agus yang Aksinya Tembaki Pelaku Curanmor di Kedamaian Viral di Medsos
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Maut di Tikungan Gelap: Perjalanan Terakhir Andre Saputra di Arus Irigasi Batanghari
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Membangkitkan Raksasa yang Tertidur: Misi Besar Lampung Kembalikan Kejayaan Udang Dipasena
-
Palsukan Dokumen Sporadik Tanah, Pria di Bandar Lampung Masuk Penjara
-
Transaksi Tembus Rp3,1 Miliar! Belanja dan Pesona Budaya di Bandar Lampung Expo 2026